Banyak orang masih meremehkan iklan luar ruang. Coba ingat-ingat tadi pagi saat membuka HP. Berapa iklan yang muncul? Berapa banyak yang Anda scroll tanpa benar-benar membacanya? Nah, di situlah iklan luar ruang atau out-of-home advertising (OOH) punya celah yang sulit ditandingi oleh format lain.
Salah satu bentuk OOH yang sudah lama dipakai tapi tetap relevan sampai sekarang adalah transit advertising, yaitu iklan yang dipasang pada kendaraan umum seperti bus, taksi, atau kereta. Kenapa masih relevan? Karena kendaraan itu bergerak. Setiap hari, setiap jam, melewati titik-titik yang berbeda dan dilihat oleh orang-orang yang berbeda pula. Anda tidak perlu khawatir soal algoritma, tidak perlu bayar per klik, dan yang paling penting audiens tidak bisa menutupnya begitu saja.
Baca Juga: Pelajari Tipe Konstruksi Videotron di Sini!
Bus sendiri punya daya tarik tersendiri. Ukurannya yang besar membuat ruang iklan di badannya benar-benar bisa dimanfaatkan untuk visual yang impresif. Orang yang berdiri di trotoar, pengendara motor yang berhenti di lampu merah, bahkan yang lagi duduk di warung kopi pinggir jalan, semuanya berpotensi melihat iklan Anda tanpa Anda harus melakukan apa-apa lagi setelah iklan itu terpasang.
Secara data, transit advertising bukan pemain kecil. Format ini menyumbang 15,0% dari total pendapatan industri OOH secara keseluruhan. Artinya, banyak brand besar yang sudah mempercayakan sebagian anggaran iklan mereka ke format ini, dan mereka tidak melakukannya tanpa alasan. Supaya kampanye iklan transit Anda juga bisa memberikan hasil yang maksimal, ada beberapa strategi yang perlu benar-benar Anda perhatikan sejak awal perencanaan.
Pemilihan Rute dan Lokasi Strategis
Hal pertama yang sering dianggap sepele padahal dampaknya sangat besar adalah soal pemilihan rute. Banyak pengiklan yang langsung fokus ke desain tanpa benar-benar memikirkan bus mana yang akan membawa iklan mereka dan ke mana arahnya. Padahal desain sepintar apapun tidak akan berguna kalau busnya hanya melewati jalan-jalan yang sepi.
Cari tahu rute mana yang paling padat di kota Anda. Kawasan pusat bisnis, jalan utama menuju stasiun, area sekitar kampus atau mal besar, tempat-tempat seperti ini punya volume lalu lintas yang tinggi hampir sepanjang hari. Semakin banyak orang yang melintas di rute tersebut, semakin besar eksposur yang bisa Anda dapatkan dari satu kendaraan saja.
Baca Juga: Sewa Billboard Bandung Terbaik untuk Promosi Brand Anda!
Soal posisi pemasangan di badan bus, sisi luar memang jadi pilihan paling umum karena visibilitasnya tinggi dari berbagai sudut. Tapi ada satu posisi yang sering diabaikan padahal potensinya besar, yaitu jendela belakang bus. Pengendara yang berhenti tepat di belakang bus saat lampu merah menyala akan secara otomatis menatap area itu selama beberapa puluh detik. Waktu yang sebenarnya cukup panjang untuk membaca dan mengingat pesan iklan Anda.
Layout dan Copy Ads yang Proporsional
Setelah urusan rute dan posisi selesai, baru bicara soal isi iklannya. Dan di sini, banyak yang terjebak dalam kesalahan yang sama: terlalu banyak informasi dalam satu iklan. Teks bertumpuk, logo kecil, gambar produk, nomor telepon, alamat website, semua dijejal jadi satu. Hasilnya bukan iklan yang informatif, tapi iklan yang membingungkan.
Prinsip dasarnya sederhana: setiap elemen perlu ruang. Logo harus cukup besar untuk dikenali dari jarak yang lumayan jauh, bahkan oleh orang yang sedang berkendara dengan kecepatan sedang. Kalau logo terlihat kecil atau tertindih elemen lain, kesan yang ditangkap audiens justru tidak profesional dan itu langsung berdampak pada kualitas brand impression yang terbentuk di benak mereka.
Teks pendukung juga perlu dijaga agar tidak terlalu panjang. Pilih satu pesan utama yang ingin disampaikan, lalu susun visual dan teks di sekitar pesan itu. Sisakan ruang kosong yang cukup agar mata audiens punya tempat untuk beristirahat sejenak sebelum menangkap keseluruhan iklan.
Desain yang Mencolok
Di jalanan, kompetisi visual itu nyata. Spanduk toko, papan nama, kendaraan lain, lampu jalan, semua berebut perhatian mata secara bersamaan. Iklan transit yang tidak punya karakter visual yang kuat akan langsung kalah dalam persaingan itu bahkan sebelum sempat dibaca.
Waktu yang dimiliki audiens untuk menangkap satu iklan transit rata-rata hanya dua sampai tiga detik. Dalam waktu sesedikit itu, visual harus langsung “ngomong” sendiri. Kombinasi warna yang kontras dan punya karakter, font yang tebal dan mudah terbaca dari jarak jauh, serta komposisi yang tidak terlalu ramai, itulah elemen-elemen yang membuat iklan transit bisa bertahan di ingatan orang meski hanya dilihat sekilas.
Hindari warna yang terlalu mirip dengan latar belakang atau font yang terlalu tipis karena keduanya adalah pembunuh diam-diam bagi performa iklan Anda di jalanan. Desain yang benar-benar berhasil adalah yang membuat orang langsung tahu itu iklan brand mana bahkan sebelum sempat membaca satu huruf pun.
Gunakan Tagline yang Unik
Visual yang kuat perlu dipasangkan dengan kata-kata yang sama kuatnya. Tagline adalah elemen yang paling sering bertahan lama di ingatan orang, jauh setelah iklan itu sendiri sudah tidak terlihat lagi. Tapi membuat tagline yang benar-benar efektif itu tidak semudah kedengarannya.
Tagline yang bagus biasanya pendek, punya ritme yang enak, dan langsung menyentuh sesuatu yang relevan bagi audiens yang melihatnya. Tidak harus lucu atau provokatif, tapi harus punya ciri khas yang membedakannya dari puluhan iklan lain yang ada di jalanan yang sama.
Baca Juga: Pelajari Makna & Psikologi Warna Sebelum Memasang Iklan Billboard!
Setelah tagline berhasil menarik perhatian awal, dukung dengan satu kalimat pendamping yang ringkas dan langsung ke poin utama. Jangan tergoda untuk menjelaskan terlalu banyak karena audiens di jalanan tidak punya waktu dan kesabaran untuk itu. Tagline yang kuat ditambah copy yang efisien, kombinasi inilah yang paling sering menghasilkan recall tertinggi dalam kampanye transit advertising.
FAQ Seputar Konten
- Apakah iklan transit hanya efektif di kota besar saja? Tidak selalu. Selama rute kendaraan melewati area yang cukup ramai, iklan transit tetap bisa bekerja dengan baik bahkan di kota menengah sekalipun. Yang paling menentukan adalah kepadatan lalu lintas di sepanjang rute, bukan ukuran kotanya.
- Apakah tagline harus selalu lucu atau unik supaya diingat orang? Tidak harus lucu. Yang paling penting adalah pesan tersampaikan dengan cepat dan jelas, serta punya ciri khas yang membedakannya dari iklan lain di jalanan yang sama.
- Seberapa lama sebaiknya satu konten iklan transit ditayangkan sebelum diganti? Tergantung tujuan kampanye, tapi umumnya satu hingga tiga bulan sudah cukup sebelum perlu diperbarui. Terlalu lama menayangkan konten yang sama berisiko membuat audiens jenuh dan berhenti memperhatikannya.
Kesimpulan
Itulah berbagai strategi iklan transit terbaik yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan performa kampanye bisnis Anda. Semoga artikel ini bermanfaat ya!
Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi khusus untuk kebutuhan bisnis Anda!
