Iklan OOH dipasang di ruang publik. Semua orang bisa melihatnya, pengemudi yang melintas, pejalan kaki yang terburu-buru, orang yang sedang menunggu lampu hijau. Jangkauannya luas, meski luas bukan berarti tepat sasaran.
Di sinilah banyak brand membuat kekeliruan yang sama. Mereka sibuk memikirkan lokasi yang ramai, desain yang mencolok, dan anggaran yang memadai. Tapi satu pertanyaan paling mendasar justru terlewat: siapa sebenarnya orang yang ingin mereka ajak bicara?
Baca Juga: Cara Mengukur Efektivitas Kampanye Iklan Billboard Secara Objektif
Iklan tanpa target yang jelas seperti berteriak di tengah keramaian. Suaranya mungkin terdengar, tapi tidak akan sampai ke orang yang tepat.
Menentukan target audiens iklan OOH bukan perkara yang bisa selesai dalam satu menit. Ini juga bukan sesuatu yang harus terasa rumit. Sederhananya begini, semakin Anda kenal siapa yang ingin dijangkau, semakin sedikit keputusan kampanye yang harus dibuat berdasarkan tebakan.
Sebelum angka anggaran ditentukan dan lokasi billboard dipilih, proses memahami audiens harus sudah selesai lebih dulu. Simak penjelasannya berikut ini!
Pelajari Terlebih Dahulu Faktor Demografi
Sebelum memutuskan di mana billboard dipasang dan pesan apa yang ditampilkan, Anda perlu tahu dulu siapa yang akan melihatnya. Demografi adalah titik paling awal untuk menjawab pertanyaan itu, dan hasilnya akan mempengaruhi hampir semua keputusan kreatif sesudahnya.
- Usia. Remaja, dewasa muda, dan orang tua merespons pesan iklan dengan cara yang sangat berbeda. Sesuaikan nada dan visual dengan kelompok usia yang dituju agar pesan terasa relevan bagi mereka.
- Jenis kelamin. Beberapa produk lebih relevan untuk pria atau wanita. Memahami ini membantu menyusun pesan yang lebih tepat sasaran dan tidak terasa generik.
- Pekerjaan dan penghasilan. Daya beli audiens menentukan positioning produk. Produk premium butuh audiens yang berbeda dengan produk kebutuhan sehari-hari, dan lokasi billboard pun harus mencerminkan perbedaan itu.
- Pendidikan. Tingkat pendidikan mempengaruhi cara seseorang memproses informasi. Produk teknis butuh pendekatan yang berbeda dibanding produk konsumsi umum yang bisa langsung dipahami semua orang.
- Status keluarga. Pasangan dengan anak merespons iklan produk keluarga jauh lebih baik dibanding audiens yang masih lajang, dan sebaliknya. Konteks kehidupan mereka berbeda, dan iklan yang baik harus bisa masuk ke dalam konteks itu.
Memahami Baik Elemen Psikografi
Demografi memberi tahu Anda siapa audiens Anda. Psikografi menjelaskan mengapa mereka membeli. Dua orang dengan usia dan penghasilan yang sama bisa punya keputusan pembelian yang sangat berbeda. Memahami elemen ini membuat pesan iklan Anda terasa jauh lebih personal dan mengena.
- Gaya hidup. Audiens yang mengutamakan kemewahan butuh pendekatan yang berbeda dengan mereka yang lebih menghargai kepraktisan dan efisiensi dalam keseharian mereka.
- Nilai dan keyakinan. Konsumen yang peduli lingkungan lebih tertarik pada brand yang mengomunikasikan keberlanjutan secara konsisten, bukan sekadar klaim tanpa bukti.
- Minat dan hobi. Iklan produk kebugaran akan jauh lebih efektif jika dipasang di dekat pusat olahraga daripada di kawasan perbelanjaan umum yang audiensnya terlalu beragam.
- Kepribadian. Audiens yang ekstrovert dan audiens yang introvert merespons stimulus visual dengan cara yang berbeda. Ini mempengaruhi pilihan warna, teks, bahkan gaya ilustrasi dalam iklan OOH Anda.
Baca Juga: Cara Mengukur Efektivitas Kampanye Iklan Billboard Secara Objektif
Memperhatikan Kebiasaan Belanja Audiens
Mengetahui siapa audiens Anda belum cukup jika Anda tidak memahami bagaimana mereka membeli. Kebiasaan belanja adalah jembatan antara pesan iklan dan keputusan nyata di lapangan. Iklan OOH yang tidak mempertimbangkan hal ini berisiko tampil di tempat yang tepat, dengan pesan yang tidak mendorong tindakan apapun.
- Frekuensi pembelian. Produk yang dibeli secara impulsif butuh iklan yang langsung memancing aksi. Produk yang dipertimbangkan lebih lama butuh pendekatan yang lebih edukatif dan membangun kepercayaan.
- Sumber informasi. Audiens yang terbiasa mencari ulasan sebelum membeli lebih responsif terhadap pesan yang informatif dibanding sekadar tagline promosi yang terasa kosong.
- Metode pembelian. Apakah audiens Anda lebih suka belanja langsung di toko, online, atau keduanya? Ini mempengaruhi call-to-action yang paling relevan untuk dicantumkan dalam iklan.
- Loyalitas merek. Audiens yang mudah berpindah merek butuh pendekatan yang lebih persuasif dibanding pelanggan setia yang hanya perlu diingatkan bahwa Anda masih ada dan masih relevan.
Lakukan Analisa Kompetitor Mendalam
Memahami audiens sendiri itu penting. Tapi memahami bagaimana kompetitor menjangkau audiens yang sama bisa memberikan wawasan yang tidak kalah berharganya.
Mulai dengan mengamati kampanye iklan OOH yang sedang atau pernah dijalankan oleh kompetitor. Perhatikan lokasi pemasangannya, pesan yang digunakan, dan pendekatan visualnya. Dari sana, Anda bisa mulai melihat pola segmen audiens mana yang selama ini mereka kejar, dan segmen mana yang justru belum tersentuh.
Baca Juga: Cara Mengukur Efektivitas Kampanye Iklan Billboard Secara Objektif
Baca juga ulasan atau komentar konsumen terhadap produk kompetitor. Di sanalah keluhan dan harapan audiens yang sesungguhnya terungkap, jauh lebih jujur dibanding data survei manapun. Jika kompetitor Anda belum menjawab kebutuhan tertentu, itulah celah yang bisa Anda masuki. Bukan dengan meniru pendekatannya, tapi dengan menawarkan sesuatu yang memang belum ada di sana.
FAQ Seputar Konten
- Bagaimana cara menentukan target audiens iklan OOH yang tepat? Tidak ada jalan pintas. Mulai dari siapa orangnya secara demografi, lalu cari tahu apa yang mereka percaya dan bagaimana mereka biasanya membeli. Setelah itu, lihat juga apa yang sudah dilakukan kompetitor, karena celah terbaik sering kali ada di tempat yang mereka abaikan.
- Apakah target audiens iklan OOH bisa berubah di tengah kampanye? Bisa. Tapi jika alasannya bukan dari data melainkan dari asumsi itu berbahaya. Perubahan yang tidak punya dasar jelas akan membuat pesan iklan kehilangan arah sebelum sempat bekerja.
- Apakah semua jenis bisnis perlu menentukan target audiens sebelum pasang iklan OOH? Ya. Tanpa target yang jelas, iklan hanya akan dilihat tanpa benar-benar dirasakan. Bisnis sekecil apapun tetap butuh tahu siapa yang ingin mereka jangkau sebelum memutuskan satu pun lokasi pemasangan.
Kesimpulan
Cara menentukan target audiens iklan OOH yang tepat dimulai dari data, bukan asumsi. Kenali audiens Anda lebih dalam sebelum memutuskan satu pun elemen kampanye.
Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi khusus untuk kebutuhan bisnis Anda!
