Iklan luar ruang sudah ada jauh sebelum internet lahir. Jauh sebelum ada algoritma, feed, atau notifikasi yang bersaing memperebutkan perhatian orang. Bahkan sampai hari ini, iklan OOH tetap bertahan, dan semakin berkembang.
Tapi ada satu hal yang berubah. Persaingannya jauh lebih ketat sekarang. Orang yang melintas di depan billboard Anda juga sedang menerima puluhan stimulus visual lain di saat yang sama. Papan iklan sebelah, spanduk warung, lampu lalu lintas, notifikasi di ponsel yang baru saja berbunyi. Semuanya berebut satu hal yang sama: sepotong kecil perhatian manusia.
Di sinilah brief iklan OOH menjadi penentu. Bukan desainnya dulu, bukan lokasi pemasangannya dulu, tapi brief-nya.
Baca Juga: Strategi Retargeting Berbasis Lokasi Menggunakan OOH
Brief yang dikerjakan serius menghemat banyak hal, waktu, tenaga, dan perdebatan yang tidak perlu. Tanpa itu, proses kreatif sepanjang apapun bisa berakhir dengan iklan yang meleset dari tujuan awalnya.
Banyak pemilik bisnis dan tim marketing melewatkan tahap ini karena dianggap terlalu teknis atau membuang waktu. Padahal justru di sinilah letak perbedaan antara kampanye OOH yang diingat orang dan yang diabaikan begitu saja.
Silakan simak baik-baik artikel ini ya!
Tentukan Tujuan Iklan Terlebih Dahulu
Sebelum memikirkan desain, jawab dulu satu pertanyaan: iklan ini dibuat untuk apa?
Tujuan iklan OOH bisa bermacam-macam, meningkatkan brand awareness, mempromosikan produk baru, atau mendorong kunjungan ke toko fisik. Setiap tujuan menuntut pendekatan yang berbeda. Iklan untuk brand awareness cukup menampilkan nama dan visual yang kuat. Sedangkan iklan yang mendorong kunjungan butuh elemen seperti alamat atau penanda arah.
Tentukan juga indikator keberhasilan sejak awal. Apakah ukurannya jumlah impresi, peningkatan penjualan, atau lonjakan pencarian online? Dengan KPI yang jelas, Anda tahu ke mana arah iklan ini dan kapan iklan ini bisa disebut berhasil.
Pertimbangkan Elemen (Teks, Warna, Karakter) yang Akan Digunakan
Orang yang melintas di depan billboard rata-rata hanya punya waktu tiga sampai lima detik untuk mencerna isinya. Karena itu, setiap elemen yang masuk harus punya alasan yang kuat.
Untuk teks, semakin sedikit, semakin baik. Nike dan Apple sudah lama membuktikan ini. Mereka membuang hampir semua kata dan hanya menyisakan yang benar-benar penting. Hasilnya justru lebih diingat. Tentukan batas maksimum kata dalam brief iklan OOH, dan pastikan semua pihak sepakat.
Baca Juga: Apa Itu Neonbox Pillar? Pelajari Lengkap di Sini!
Warna mewakili identitas sekaligus keterbacaan. Apakah brand Anda punya warna utama yang sudah dikenal. Gunakan secara konsisten. Soal karakter atau maskot, apakah iklan ini perlu menampilkan wajah manusia, ilustrasi, atau cukup tipografi saja? Cantumkan arahan ini agar tim kreatif tidak perlu menebak-nebak.
Pelajari Bentuk Layout yang Sesuai Iklan
Layout bukan sekadar susunan elemen. Ini soal bagaimana mata audiens bergerak saat pertama kali melihat iklan Anda.
Ada hierarki visual yang perlu dipikirkan sejak awal. Elemen mana yang harus dilihat pertama? Ke mana mata bergerak setelahnya? Semua itu perlu masuk ke dalam brief, bukan diserahkan sepenuhnya ke desainer tanpa arahan.
Pertimbangkan juga format medianya. Billboard horizontal punya proporsi yang sangat berbeda dengan videotron vertikal. Layout yang efektif untuk satu format belum tentu bekerja di format lain. Sertakan spesifikasi ukuran dan rasio aspek dari setiap media dalam brief iklan OOH Anda.
Maksimalkan Penggunaan Tagline
Tagline yang baik bisa bertahan bertahun-tahun di benak audiens. Yang buruk tidak akan diingat meski iklannya terpasang berbulan-bulan.
Dalam brief, tentukan pesan inti yang ingin disampaikan, nada bicara brand, dan apakah tagline ini untuk jangka panjang atau hanya kampanye ini. Iklan OOH punya keterbatasan ruang yang nyata, tagline panjang tidak akan bekerja di sini. Yang bekerja adalah kalimat pendek yang langsung menggigit.
Berikan contoh referensi tagline dari brand lain yang nadanya mendekati apa yang Anda inginkan. Ini jauh lebih membantu daripada sekadar menulis “buat tagline yang menarik.”
Gunakan Warna yang Mencolok dan Kontras Tinggi
Ada satu aturan sederhana: kalau iklan Anda tidak terlihat dari jarak 50 meter, iklan itu tidak akan bekerja.
Kontras tinggi antara latar dan teks adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Kombinasi yang terasa elegan di layar komputer bisa hampir tidak terbaca di billboard yang terpapar sinar matahari langsung. Pertimbangkan juga lingkungan sekitar lokasi, iklan di area hijau akan tenggelam jika menggunakan warna hijau sebagai latar.
Cantumkan kode warna yang sudah disetujui dalam brief. Jangan hanya tulis “gunakan warna cerah”, setiap orang punya definisi cerah yang berbeda.
Pelajari dengan Seksama Demografi Audiens di Sekitar Lokasi Iklan
Lokasi strategis bukan berarti lokasi yang ramai. Lokasi strategis adalah yang ramai oleh orang yang tepat.
Sebelum menentukan titik pemasangan, pelajari data demografi area tersebut. Siapa yang tinggal atau bekerja di sana? Berapa usia mereka? Apa kebiasaan mereka? Misalnya, jika target Anda adalah profesional muda, kawasan perkantoran di pusat kota jauh lebih relevan dibanding jalan raya pinggiran kota.
Baca Juga: Mengenal LED Triangle Videotron – Inovasi Tiga Sisi untuk Tingkatkan Visibilitas
Cantumkan profil audiens ini secara detail dalam brief. Ini bukan hanya panduan memilih lokasi, tapi juga referensi bagi tim kreatif dalam menentukan nada visual dan bahasa iklan yang akan digunakan.
FAQ Seputar Konten
- Apakah brief yang panjang otomatis lebih baik? Tidak. Brief yang terlalu panjang justru membingungkan tim kreatif. Satu halaman yang spesifik jauh lebih berguna dari sepuluh halaman yang bertele-tele.
- Apa saja yang harus ada dalam brief iklan OOH? Brief iklan OOH yang efektif setidaknya memuat tujuan kampanye, profil audiens, arahan visual, tagline, dan pilihan warna. Semua elemen ini harus didefinisikan dengan jelas sebelum proses kreatif dimulai.
- Seberapa sering brief iklan OOH perlu diperbarui? Setiap kali tujuan kampanye atau target audiens berubah, brief perlu ditinjau ulang. Brief yang sudah usang sama berbahayanya dengan tidak punya brief sama sekali.
Kesimpulan
Membuat brief iklan OOH yang efektif butuh kejelasan, bukan panjangnya dokumen. Tentukan tujuan, kenali audiens, dan pastikan setiap elemen kreatif punya arah yang sama sejak awal.
Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi khusus untuk kebutuhan bisnis Anda!
