Rebound Ads
Strategi Retargeting Berbasis Lokasi Menggunakan OOH

Strategi Retargeting Berbasis Lokasi Menggunakan OOH

27 Apr 2026

Pernahkah Anda melihat sebuah iklan di jalan, lalu tiba-tiba iklan serupa muncul di ponsel Anda beberapa saat kemudian? Rasanya seperti kebetulan, padahal itu adalah hasil dari strategi pemasaran yang sangat terencana dan berbasis data.

Di era persaingan bisnis yang semakin ketat, menjangkau audiens satu kali saja tidak cukup. Dibutuhkan pendekatan yang mampu menyentuh calon pelanggan di berbagai titik, baik di dunia nyata maupun di layar digital mereka. Inilah yang membuat perpaduan antara media Out-of-Home dan teknologi berbasis lokasi menjadi kombinasi yang semakin relevan saat ini.

Baca Juga: Sewa Videotron di Bandung, Pelajari Titik Iklan Strategis Terbaik di Sini!

Banyak pelaku bisnis masih menganggap iklan OOH dan iklan digital sebagai dua hal yang berdiri sendiri. Padahal, jika keduanya diintegrasikan dengan strategi yang tepat, hasilnya bisa jauh lebih maksimal. Audiens yang sudah melihat iklan Anda di jalanan bisa terus mendapatkan pesan lanjutan di ponsel mereka secara otomatis.

Menariknya, strategi ini bukan hanya milik perusahaan besar dengan anggaran iklan raksasa. Dengan pemahaman yang tepat dan langkah yang terstruktur, bisnis dari berbagai skala pun bisa memanfaatkannya secara efektif. Yang terpenting adalah memahami cara kerjanya dan menerapkan setiap tahapan dengan penuh pertimbangan dan konsistensi.

Jika Anda penasaran bagaimana cara memulainya, artikel ini hadir untuk memandu Anda. Simak selengkapnya ya!

Apa Itu Location-Based Retargeting?

Location-based retargeting adalah strategi pemasaran yang menargetkan ulang audiens berdasarkan data lokasi fisik mereka.

Berbeda dari retargeting digital biasa yang hanya mengandalkan riwayat browsing, pendekatan ini memanfaatkan informasi geografis seperti GPS, Wi-Fi, dan sinyal seluler untuk menjangkau calon pelanggan. Artinya, seseorang yang pernah melintas di dekat lokasi bisnis Anda bisa dijadikan target iklan berikutnya secara lebih personal dan relevan.

Baca Juga: Bagaimana Dayparting Meningkatkan Performa Iklan Videotron

Kombinasi data lokasi dengan media Out-of-Home (OOH) membuat strategi ini semakin kuat karena menjangkau audiens di dunia nyata, bukan hanya di layar ponsel mereka.

Strategi Implementasi: Langkah Demi Langkah

Menjalankan strategi retargeting berbasis lokasi dengan OOH bukan sekadar memasang iklan lalu menunggu hasilnya. Dibutuhkan serangkaian langkah yang terencana dan saling berkaitan agar strategi ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi bisnis Anda.

Pilih Lokasi OOH Secara Strategis

Fondasi dari seluruh strategi ini dimulai dari satu keputusan penting, yaitu di mana Anda menempatkan media OOH. Lokasi bukan hanya soal keramaian, tetapi juga soal kesesuaian antara profil audiens di area tersebut dengan target pasar bisnis Anda.

Misalnya, jika produk Anda menyasar kalangan profesional muda, kawasan perkantoran di jam sibuk pagi dan sore hari adalah pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika target Anda adalah keluarga muda, area dekat pusat perbelanjaan atau taman kota bisa lebih relevan.

Semakin spesifik Anda memahami siapa yang melintas di lokasi tersebut, semakin besar peluang iklan OOH Anda dilihat oleh orang yang benar-benar potensial.

Tentukan Zona Geofencing

Setelah media OOH terpasang, langkah berikutnya adalah menetapkan zona geofencing di sekitar titik tersebut. Geofencing bekerja dengan membuat batas virtual menggunakan teknologi GPS. Setiap perangkat yang masuk ke dalam batas tersebut secara otomatis tercatat sebagai audiens potensial untuk kampanye retargeting digital selanjutnya.

Dalam menentukan radius zona, pertimbangkan konteks lokasi dengan cermat. Area dengan lalu lintas kendaraan tinggi mungkin membutuhkan radius yang lebih luas.

Sedangkan lokasi seperti mal atau kawasan pejalan kaki bisa menggunakan radius yang lebih sempit namun lebih presisi. Semakin tepat zona yang Anda tetapkan, semakin relevan pula data audiens yang berhasil dikumpulkan untuk tahap berikutnya.

Buat Segmen Audiens yang Tepat

Tidak semua orang yang masuk ke dalam zona geofencing memiliki kebutuhan atau ketertarikan yang sama terhadap produk Anda. Oleh karena itu, penting untuk membagi audiens ke dalam segmen-segmen yang lebih spesifik sebelum menjalankan retargeting digital.

Segmentasi bisa dilakukan berdasarkan berbagai variabel. Mulai dari waktu kunjungan, frekuensi melintas di area tersebut, jenis perangkat yang digunakan, hingga kombinasi data demografis yang tersedia.

Audiens yang melintas setiap hari tentu berbeda pendekatannya dengan mereka yang hanya sesekali berada di area tersebut. Segmentasi yang cermat memastikan anggaran iklan Anda tidak terbuang sia-sia untuk audiens yang kurang relevan.

Rancang Pesan yang Berkesinambungan (Sequential Messaging)

Salah satu kekuatan terbesar dari location-based retargeting adalah kemampuannya membangun narasi iklan secara bertahap. Konsep sequential messaging memastikan pesan yang diterima audiens di setiap tahap saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.

Bayangkan skenario ini. Audiens pertama kali melihat iklan OOH Anda di persimpangan jalan. Beberapa jam kemudian, mereka membuka media sosial dan melihat iklan digital dengan pesan lanjutan yang menawarkan promo eksklusif. Keesokan harinya, muncul iklan pengingat dengan ajakan untuk segera mengambil keputusan.

Rangkaian pesan seperti inilah yang membangun familiaritas secara alami dan mendorong audiens bergerak menuju konversi tanpa terasa memaksa.

Lakukan A/B Testing

Tidak ada strategi pemasaran yang langsung sempurna sejak awal dijalankan. A/B testing hadir sebagai alat untuk membantu Anda menemukan kombinasi pesan, visual, dan penawaran yang paling efektif untuk audiens tertentu.

Dalam location-based retargeting, pengujian bisa dilakukan pada berbagai elemen. Misalnya membandingkan dua versi copy iklan digital, menguji dua desain kreatif yang berbeda, atau mencoba penawaran yang berbeda untuk segmen audiens yang serupa.

Baca Juga: Syarat dan Ketentuan Pasang Iklan Billboard yang Wajib Diketahui!

Catat dan analisis hasilnya secara berkala. Data dari setiap pengujian adalah aset berharga yang membantu Anda mengalokasikan anggaran iklan secara lebih efisien dan terus menyempurnakan strategi dari waktu ke waktu.

FAQ Seputar Konten

  • Apa itu retargeting berbasis lokasi? Retargeting berbasis lokasi adalah strategi yang menargetkan ulang audiens menggunakan data lokasi fisik mereka. Teknologi seperti GPS dan geofencing digunakan untuk menjangkau audiens yang relevan secara lebih personal.
  • Apakah strategi ini cocok untuk bisnis yang baru mulai beriklan? Sangat cocok, selama setiap langkahnya diterapkan secara terstruktur dan konsisten. Mulai dari pemilihan lokasi OOH hingga segmentasi audiens yang tepat.
  • Bagaimana cara mengetahui apakah kampanye retargeting berbasis lokasi saya sudah efektif? Lakukan A/B testing secara berkala dan pantau datanya. Dari sana, Anda bisa melihat mana strategi yang paling berdampak dan layak dioptimalkan lebih lanjut.

Kesimpulan

Retargeting berbasis lokasi membantu bisnis Anda menjangkau audiens yang tepat di waktu yang tepat. Terapkan strateginya secara konsisten dan lihat perbedaannya!

Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi khusus untuk kebutuhan bisnis Anda!