Fokus utama saat membuat desain iklan billboard adalah bagaimana pesan bisa langsung dipahami audiens dalam waktu singkat. Hal ini karena billboard umumnya dilihat saat seseorang sedang berkendara atau berjalan, sehingga waktu untuk membaca isi iklan hanya beberapa detik. Dalam kondisi tersebut, font menjadi salah satu elemen yang tidak boleh diabaikan karena sangat mempengaruhi keterbacaan pesan.
Baca Juga: Mengapa Konsistensi Visual Penting dalam Kampanye OOH?
Jenis font, ukuran, maupun jarak antarhuruf dapat menentukan apakah pesan mudah dibaca atau justru terlewat. Contohnya penggunaan huruf kapital secara berlebihan atau jarak antarhuruf yang terlalu rapat dapat mengurangi kenyamanan membaca. Sebaliknya, font yang tepat akan terbaca oleh mata audiens yang sedang berkendara atau jalan kaki tanpa perlu berhenti atau melihatnya lebih lama.
Di dalam artikel ini, admin akan menjelaskan tips menyesuaikan font untuk iklan billboard. Silakan simak baik-baik artikel ini ya!
Pelajari Terlebih Dahulu Jenis Kategori Font yang Umum
Font untuk iklan billboard sebaiknya memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Umumnya, font dengan bentuk sederhana, bersih, dan memiliki bobot yang cukup akan lebih mudah dibaca dari kejauhan. Beberapa jenis font yang umum digunakan adalah:
- Serif. Jenis huruf ini memiliki garis kecil atau kait pada setiap ujung goresannya, seperti Times New Roman, Didot, Baskerville, dan Bodoni. Font serif cocok digunakan untuk memberikan kesan elegan dan premium, serta lebih ideal diterapkan pada judul atau slogan yang singkat agar tetap mudah dibaca.
- Sans Serif. Berbeda dengan serif, font ini tidak memiliki kait pada ujung huruf sehingga tampil lebih sederhana dan bersih, seperti Helvetica, Arial, Avenir, Futura, dan Montserrat. Karakter tersebut membuat sans serif menjadi salah satu pilihan yang paling sering digunakan pada billboard karena mudah dibaca dari jarak jauh.
- Script. Font ini dirancang menyerupai tulisan tangan atau kaligrafi, seperti Alex Brush, Pacifico, Great Vibes, Lobster, Allura, dan Windsong. Script dapat memberikan kesan elegan dan personal, tetapi sebaiknya digunakan untuk beberapa kata saja karena keterbacaannya lebih rendah jika dilihat dari kejauhan.
- Monospace. Semua karakter pada font ini memiliki lebar yang sama, seperti Courier New, Consolas, Menlo, Monaco, dan Lucida Console. Monospace memberikan kesan teknis dan modern, tetapi lebih jarang digunakan pada billboard karena membutuhkan ruang lebih besar dan tidak seefisien sans serif untuk menjaga keterbacaan.
- Display Font. Display font memiliki bentuk yang tebal, unik, dan dekoratif, seperti Spock, Gilroy, Highbinder, Dorris, dan Sugar Boats. Jenis font ini cocok digunakan untuk judul atau slogan yang ingin menjadi pusat perhatian, tetapi kurang disarankan untuk kalimat yang panjang.
Gunakan Font yang Tebal dan Simpel
Pengendara maupun pejalan kaki umumnya hanya memiliki waktu sekitar 3–5 detik untuk menangkap pesan pada billboard. Oleh karena itu, pilihlah font yang tebal dan sederhana seperti Helvetica, Arial, atau Montserrat agar tulisan tetap mudah dibaca dari kejauhan.
Font yang tebal membantu bentuk setiap huruf tetap terlihat jelas meski billboard dilihat dari jarak yang cukup jauh. Sedangkan, font yang terlalu tipis dapat kehilangan detail sehingga beberapa huruf tampak menyatu dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikenali.
Baca juga: Perbedaan Billboard Statis vs Videotron: Mana yang Lebih Efektif?
Selain itu, font yang simpel membuat pesan iklan lebih cepat dipahami tanpa membebani proses membaca audiens. Apalagi ketika billboard terkena cahaya matahari yang terik atau lampu sorot pada malam hari, font yang terlalu dekoratif akan lebih sulit dikenali saat dilihat dari kendaraan yang sedang melaju.
Hindari Font yang Terlalu Unik atau Sulit Dibaca
Secara desain, font dekoratif seperti script atau handwriting memang terlihat menarik dan memiliki karakter yang kuat. Namun, audiens billboard hanya memiliki waktu sekitar 3 hingga 5 detik untuk menangkap isi pesan. Jika font yang digunakan terlalu rumit, perhatian mereka justru habis untuk mengenali bentuk huruf, bukan memahami informasi yang ingin disampaikan.
Misalnya saat seseorang melihat billboard dari dalam kendaraan yang sedang melaju. Mata tidak memiliki banyak waktu untuk menangkap detail objek di pinggir jalan, sehingga huruf bergaya handwriting dengan banyak lekukan dapat terlihat saling menyatu dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dibaca. Oleh sebab itu, font seperti ini lebih tepat digunakan sebagai elemen pendukung atau nama brand, bukan untuk menyampaikan informasi utama.
Pastikan Jarak Antar Huruf Tidak Terlalu Rapat atau Renggang
Area billboard sangat terbatas. Huruf yang terlalu rapat membuat setiap karakter terlihat saling menempel sehingga lebih sulit dikenali dalam waktu singkat. Jika jarak antarhuruf yang terlalu renggang, akan memakan lebih banyak ruang ke samping dan sering kali memaksa ukuran font diperkecil agar seluruh teks tetap muat di dalam billboard. Akibatnya, audiens membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca karena mata harus berpindah lebih jauh dari satu huruf ke huruf berikutnya.
Font Memiliki Kontras Warna yang Jelas
Kontras warna yang jelas membantu tulisan tetap menonjol di tengah lingkungan jalan raya yang dipenuhi berbagai distraksi, seperti gedung, pepohonan, kendaraan, maupun papan reklame lainnya. Pada malam hari, billboard juga dipengaruhi pencahayaan dari lampu sorot atau lampu LED sehingga warna font yang terlalu mirip dengan latar belakang dapat mengurangi keterbacaan teks.
Gunakan warna font yang kontras dengan latar belakang billboard. Misalnya, teks hitam di atas latar kuning, teks putih di atas latar biru tua atau merah, teks kuning di atas latar hitam, serta teks hitam di atas latar putih.
Batasi Jumlah Kata yang Akan Digunakan
Audiens billboard hanya memiliki beberapa detik untuk menangkap isi pesan, terutama saat sedang berkendara. Karena itu, jumlah kata sebaiknya dibatasi, idealnya tidak lebih dari tujuh kata agar pesan dapat dipahami dalam sekali lihat.
Baca Juga: Kontrak Sewa Billboard yang Didapatkan dari Rebound
Slogan legendaris seperti “Just Do It” atau “Think Different” jauh lebih mudah diingat dibandingkan kalimat promosi yang panjang. Fungsi utama billboard adalah membangun kesan pertama dan memancing rasa penasaran, bukan menjelaskan seluruh informasi mengenai produk atau layanan.
FAQ Seputar Konten
- Apa font terbaik untuk iklan billboard? Font sans serif seperti Helvetica, Arial, atau Montserrat umumnya lebih mudah dibaca dari kejauhan.
- Apakah font dekoratif masih bisa digunakan pada billboard? Bisa. Gunakan hanya untuk judul, slogan, atau nama brand agar keterbacaan tetap terjaga.
- Berapa jumlah kata yang ideal pada billboard? Idealnya maksimal tujuh kata. Tujuannya adalah agar pesan lebih mudah dipahami dalam waktu pandang yang singkat.
Kesimpulan
Memilih font untuk iklan billboard yang tepat akan meningkatkan keterbacaan pesan dan kenyamanan membaca. Dengan begitu, audiens dapat memahami informasi penting hanya dalam waktu pandang yang singkat.
Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi untuk kebutuhan bisnis Anda!

