Dari berbagai faktor, kunci utama keberhasilan beriklan dengan media iklan OOH dan DOOH adalah seberapa kreatif konten iklan dibuat. Iklan yang kreatif mampu mengundang perhatian audiens lebih lama dibanding iklan lainnya.
Baca Juga: 7 Tips Membuat Konten Iklan Videotron yang Efektif
Namun, banyak pebisnis hanya asal-asalan dan kurang kreatif dalam membuat konten iklan. Padahal, data dari NCSolutions menemukan bahwa kreativitas iklan berkontribusi hingga 49% pada peningkatan penjualan. Pertanyaannya sekarang adalah kenapa kreativitas bisa sedemikian krusial dan apa saja kesalahan kreatif yang sering terjadi pada iklan OOH dan DOOH? Mari kita bahas dalam artikel ini!
Mengapa Kreativitas Iklan OOH dan DOOH Sangat Krusial?
Umumnya, iklan OOH dan DOOH berlokasi di ruang publik yang penuh dengan orang berlalu-lalang. Untuk mendapatkan perhatian audiens, iklan Anda harus bersaing dengan ratusan distraksi di jalanan seperti kendaraan, gedung-gedung tinggi, hingga papan iklan yang lain. Lalu, faktor apa lagi yang menyebabkan kreativitas iklan OOH dan DOOH menjadi penting, berikut penjelasannya.
- Waktu perhatian audiens yang terbatas. Audiens di jalan hanya punya waktu 3-7 detik untuk melihat iklan, sehingga kreativitas dibutuhkan untuk mengemas pesan iklan.
- Membangun brand recall.Semakin kreatif iklan Anda, maka semakin brand Anda dapat diingat oleh target audiens.
- Hasil kampanye iklan ditentukan oleh kreativitas. Lokasi yang strategis tanpa konten kreatif sama dengan membuang budget karena audiens tidak melakukan action.
7 Kesalahan Kreatif Fatal dalam Iklan OOH dan DOOH
Setelah mengetahui bahwa kreativitas penting dalam beriklan, berikut adalah penjelasan tentang kesalahan kreatif yang sering dilakukan dalam iklan OOH dan DOOH.
1. Menjejalkan Terlalu Banyak Informasi dalam Satu Frame
Seperti yang telah dijelaskan, audiens hanya memiliki fokus sebentar di ruang publik karena banyaknya distraksi. Maka dari itu, memberikan terlalu banyak informasi di dalam iklan adalah kesalahan yang fatal. Belum sampai pesan Anda selesai dibaca, audiens sudah berpindah tempat. Kreativitas dibutuhkan untuk memastikan pesan brand yang rumit dapat dikemas dengan singkat, agar audiens langsung menangkap maksud iklan.
2. Mengabaikan Keterbacaan dari Jarak Jauh
Seringkali, dalam beriklan brand gagal membuat konten tanpa mempertimbangkan jarak baca antara audiens dan lokasi iklan OOH dan DOOH. Banyak brand yang hanya berfokus pada visual tanpa melihat fakta di lapangan. Apakah tulisan terbaca dari jarak 10 meter lebih? Apakah warna tetap terlihat di bawah terik matahari? Bagaimana dengan font yang dipilih, sudahkah memudahkan audiens untuk membaca? Pastikan konten yang dibuat jelas dan dapat terlihat jelas oleh audiens.
3. Desain yang Tidak Mempertimbangkan Konteks Lokasi
Brand sering mengira satu desain iklan bisa relevan untuk pemasangan di berbagai lokasi. Padahal, konten iklan di area macet tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan konten iklan di jalan tol. Desain iklan seharusnya menyesuaikan dengan keadaan lokasi media iklan OOH dan DOOH. Kreativitas brand dapat disesuaikan dengan pencahayaan di lokasi, sudut terbaik audiens untuk melihat iklan, atau kecepatan audiens melintas di lokasi tersebut.
4. Copy yang Terlalu Rumit atau Bertele-tele
Pernah melihat iklan yang kalimatnya sederhana, tapi Anda langsung paham maksudnya? Itulah copy iklan yang baik. Banyak brand kadang menggunakan copy rumit yang justru membuat audiens menjadi bingung.
Baca Juga: Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Iklan Videotron?
Dengan waktu baca hanya 3-5 detik, pesan harus ditulis dengan sederhana dan sesingkat mungkin. Kalau dalam waktu singkat audiens belum paham yang Anda tawarkan, maka iklan akan menjadi sia-sia.
5. Visual yang Tidak Menarik Perhatian Seketika
Bertarung dengan puluhan iklan di jalanan membuat kreativitas sangat dibutuhkan dalam pembuatan konten iklan OOH dan DOOH. Namun, masih banyak brand yang menggunakan visual umum dengan warna yang tidak mencolok, sehingga audiens pun malas untuk melirik iklan Anda. Pastikan konten iklan yang Anda buat semenarik mungkin dengan komposisi visual yang kuat, kontras warna yang pas, dan relevan dengan target audiens.
6. Tidak Mengoptimalkan Keunggulan Format DOOH
Kurang mengoptimalkan konten iklan yang menggunakan DOOH adalah kesalahan yang membuat iklan terkesan membosankan. Padahal, DOOH bukan hanya sekadar “billboard digital” saja. Banyak format konten yang dapat digunakan seperti motion grafik, konten interaktif, animasi, perubahan konten berdasarkan kondisi, dan sebagainya.
7. Mengabaikan Call-to-Action yang Jelas dan Realistis
Banyak iklan OOH dan DOOH yang gagal karena Call To Action (CTA) yang kurang jelas atau tidak realistis. Audiens menjadi bingung, apa yang harus dilakukan setelah melihat konten iklannya. Orang yang berkendara 60 km/jam tidak mungkin diberikan CTA untuk scan QR Code bukan?
Baca Juga: Kesalahan Umum Saat Memilih Vendor Pembuatan Videotron
Oleh karena itu, CTA harus simpel dan disesuaikan dengan konteks audiens mulai dari lokasi, kecepatan dan momen mereka.
Checklist Sebelum Meluncurkan Kampanye OOH/DOOH Anda
Setelah mengetahui berbagai kesalahan kreatif yang sering terjadi pada iklan OOH dan DOOH di atas, kita jadi dapat lebih berhati-hati dalam membuat konten iklan. Berikut hal yang wajib dilakukan sebelum meluncurkan iklan untuk menghindari kesalahan diatas:
- Tes Keterbacaan. Pastikan tulisan iklan Anda dapat terbaca jelas dari jarak yang jauh dan waktu apapun, baik siang maupun malam.
- Kesesuaian dengan lokasi. Pastikan konten iklan cocok dipasang di lokasi yang sudah Anda tentukan.
- CTA jelas dan masuk akal. Pastikan CTA dan instruksi dalam iklan sesuai dengan keadaan audiens dan jelas.
- Visibilitas brand. Cek kembali apakah logo dan nama brand Anda sudah cukup besar, jelas, dan mudah diingat oleh audiens atau belum.
- Analisa kompetitor di lokasi. Pastikan iklan Anda sudah cukup menonjol dan berbeda dari kompetitor di sekitar lokasi iklan Anda.
FAQ Seputar Konten
- Berapa jumlah kata ideal untuk iklan OOH yang efektif? Iklan OOH yang efektif idealnya menggunakan maksimal 5-7 kata untuk headline dan total dalam satu konten tidak lebih dari 10 kata.
- Apakah desain iklan OOH dan DOOH harus berbeda? Ya, sangat berbeda! Umumnya, iklan OOH berfokus pada pesan yang kuat dan pesan simpel. Sedangkan, DOOH harus memanfaatkan berbagai format seperti motion grafik, animasi, dan video.
- Bagaimana cara menguji efektivitas desain kreatif sebelum kampanye diluncurkan? Lakukan checklist sederhana seperti apakah iklan terbaca jelas dari jauh, sesuai dengan lokasi, CTA yang masuk akal, brand terlihat menonjol, dan tidak kalah dari kompetitor. Paling efektif, buat mock-up dan tes langsung di lokasi sebenarnya untuk mendeteksi masalah sebelum tayang.
Kesimpulan
Kreativitas adalah kunci utama kesuksesan kampanye iklan OOH dan DOOH. Kontribusinya mencapai 49% terhadap peningkatan penjualan. Hindari 7 kesalahan kreatif fatal di atas dan gunakan checklist verifikasi sebelum meluncurkan kampanye agar investasi Anda menghasilkan ROI maksimal.
Dapatkan penawaran harga videotron terbaik dan konsultasi strategi lokasi yang dipersonalisasi khusus untuk bisnis Anda. Hubungi Tim Rebound Ads Sekarang dan wujudkan kampanye iklan yang berdampak nyata!