Dalam dunia pemasaran, kita akan menemukan banyak metode yang dapat digunakan untuk memasarkan produk dan berbagi informasi penting seputar bisnis yang dijalankan kepada audiens. Satu di antara sekian banyak metode tersebut adalah OOH dan DOOH.
Baca Juga: Micro-Targeting OOH untuk UMKM: Lokasi Mana yang Paling Efektif Berdasarkan Kategori Bisnis?
Apa itu OOH dan DOOH? OOH adalah kependekan dari Out of Home, sedangkan DOOH adalah kependekan dari Digital Out Of Home. Keduanya adalah metode pemasaran di mana konten Anda akan ditampilkan langsung kepada audiens di luar ruang.
Meskipun sama-sama iklan luar ruang, OOH dan DOOH memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Di dalam artikel ini, admin akan menjelaskan apa saja perbedaan OOH dan DOOH lengkap dari tujuh aspek penting. Penasaran apa saja? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!
7 Aspek Perbedaan OOH dan DOOH
Tujuh aspek yang admin maksud di sini adalah:
- Format.
- Teknologi.
- Fleksibilitas Konten.
- Interaktivitas.
- Biaya Produksi.
- Jangkauan Audiens.
- Pengukuran Efektivitas.
Mari kita mulai pembahasannya dari aspek pembanding yang pertama yakni format.
1. Format
OOH memiliki format iklan yang bersifat statis, alias tidak dapat diubah setelah iklan ditayangkan. Oleh sebab itu, pebisnis yang menggunakan media OOH seperti billboard, spanduk, baliho, dan lain sebagainya, harus dapat memastikan iklan yang ditampilkan sudah sesuai dengan standar yang diinginkan.
Tidak ada kesalahan penulisan atau gambar. Adapun format iklan yang bisa digunakan biasanya mencakup elemen multimedia seperti teks dan gambar.
Berbeda dengan OOH, DOOH memiliki format iklan yang bersifat dinamis, yang artinya iklan dapat diubah meskipun sudah ditayangkan. Hanya saja, perlu diketahui bahwa perubahan iklan tiba-tiba setelah ditayangkan akan sedikit memakan waktu dan biaya.
DOOH dapat mencakup segala elemen multimedia di dalamnya. Dimulai dari teks, gambar, audio, animasi, dan video.
2. Teknologi
Aspek pembanding kedua antara OOH dan DOOH adalah teknologi. Seperti yang sudah bisa Anda tebak, OOH mengandalkan media cetak fisik. Penerapan OOH untuk iklan sangat bergantung pada media cetak yang digunakan, misal kualitas banner. Teknologi penting yang ada di dalam OOH bergantung pada mesin cetak besar.
Sedangkan DOOH memiliki aspek teknologi yang kompleks di dalamnya. Mengandalkan teknologi layar LED dan dapat tersambung ke dalam program tertentu yang sudah diberikan konfigurasi sesuai kebutuhan iklan.
3. Fleksibilitas Konten
Seperti yang sudah admin jelaskan di aspek pembanding yang pertama, OOH tidak menawarkan kemampuan untuk berganti konten dengan cepat.
Kesalahan penulisan, gambar, dan lain sebagainya dari iklan yang sudah ditampilkan, hanya dapat diperbaiki dengan mengulangi prosesnya dari awal. DOOH lebih fleksibel. Konten Anda dapat diubah secara real-time.
4. Interaktivitas
Aspek pembanding berikutnya antara OOH dan DOOH adalah interaktivitas. Kita dapat mengatakan aspek ini dengan istilah lain seperti kemampuan integrasi dengan teknologi atau data. Karena sifatnya yang statis, OOH tentu saja tidak menawarkan kemampuan seperti ini.
Berbeda dengan OOH, DOOH mendukung integrasi dengan banyak teknologi canggih lainnya seperti Artificial Intelligence, Augmented Reality, dan Internet of Things. Iklan yang ditampilkan melalui DOOH juga dapat disesuaikan dengan data real-time seperti cuaca, traffic, jam, dan lain-lain.
5. Biaya Produksi
Perbedaan OOH dan DOOH berikutnya terletak pada biaya produksi. Seperti yang sudah bisa Anda tebak, biaya produksi untuk media OOH relatif lebih murah jika dibandingkan dengan biaya produksi untuk media DOOH. Hal ini wajar karena DOOH menawarkan kemampuan yang lebih interaktif ketimbang OOH.
6. Jangkauan Audiens
Aspek pembanding berikutnya ada pada jangkauan audiens. Media OOH menawarkan Anda kemampuan jangkauan audiens yang sangat luas mencakup daerah di mana iklan OOH dipasang. Media OOH seperti billboard dapat menarik perhatian audiens karena visualnya yang mencolok.
Sama seperti OOH, DOOH juga demikian. Perbedaannya adalah DOOH mampu menjadikan iklan Anda lebih terukur dan sesuai dengan kondisi real di lapangan. Anda bahkan dapat melakukan strategi segmented ads dengan mudah.
7. Pengukuran Efektivitas
Perbedaan OOH dan DOOH yang terakhir dapat kita lihat dari aspek pengukuran efektivitas. OOH memiliki kemampuan pengukuran efektivitas yang sangat terbatas dan cenderung sulit untuk dilacak.
Sedangkan DOOH memiliki kemampuan pengukuran efektivitas yang jauh lebih baik. Anda dapat memantau iklan yang ditayangkan secara real-time melalui sistem tracking.
Mana yang Lebih Baik, OOH dan DOOH?
Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya bergantung dari kebutuhan dan keperluan iklan Anda sendiri.
Apabila Anda ingin mendapatkan peningkatan brand awareness tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar, maka OOH dapat menjadi pilihan terbaik.
Baca Juga: Faktor-faktor yang Memengaruhi Harga Videotron
Pastikan media OOH yang digunakan berada di lokasi strategis yang banyak dilalui audiens Anda. Konsultasikan desain iklan yang ditampilkan di media OOH seperti billboard dengan vendor OOH tepercaya.
Apabila Anda bukan hanya ingin sekadar mendapatkan peningkatan brand awareness tetapi juga ingin menampilkan iklan yang interaktif serta dapat diukur, maka DOOH adalah pilihan terbaik untuk Anda. Hal ini wajar mengingat media DOOH seperti videotron memiliki fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi.
Tips Menjalankan Iklan Melalui Media OOH dan DOOH
Setelah mengetahui perbedaan lengkap OOH dan DOOH, kini saatnya Anda mengetahui sedikit tips dan trik penggunaan media OOH dan DOOH yang efektif. Tips dan trik tersebut dimulai dari:
- Mempelajari siapa yang akan menjadi audiens Anda.
- Pelajari lokasi di mana iklan OOH atau DOOH akan ditampilkan. Pastikan lokasi tersebut strategis.
- Buatlah pesan yang singkat tetapi memiliki makna yang kuat. Bila perlu, konsultasi dengan copywriter berpengalaman.
- Evaluasi performa iklan secara berkala. Untuk OOH, Anda perlu melakukan pengamatan secara langsung.
- Dukung performa iklan Anda melalui OOH atau DOOH dengan menjalankan variasi strategi pemasaran lain, seperti iklan di platform digital (Meta Ads atau Google Ads).
FAQ Seputar Konten
- Mana yang lebih baik antara OOH dan DOOH untuk strategi pemasaran bisnis? Tidak ada jawaban mutlak karena semuanya bergantung pada tujuan pemasaran bisnis Anda. OOH lebih cocok untuk meningkatkan brand awareness dengan biaya relatif lebih terjangkau, sedangkan DOOH ideal bagi bisnis yang membutuhkan iklan interaktif, fleksibel, dan terukur secara data. Kombinasi keduanya bahkan bisa menjadi strategi yang sangat efektif.
- Apakah bisnis skala kecil tetap bisa menggunakan media OOH atau DOOH secara optimal? Bisa. Bisnis skala kecil tetap dapat memanfaatkan OOH maupun DOOH dengan memilih lokasi yang tepat dan menyesuaikan format iklan dengan anggaran. Untuk DOOH, strategi penayangan terjadwal atau segmented ads dapat membantu menekan biaya sekaligus meningkatkan efektivitas.
- Apakah iklan OOH dan DOOH masih relevan di tengah dominasi digital marketing? Sangat relevan. Justru OOH dan DOOH berperan sebagai penguat strategi digital marketing. Kehadiran iklan di ruang publik mampu membangun kepercayaan, meningkatkan visibilitas brand, dan memperluas jangkauan audiens yang tidak selalu aktif di platform digital.
Kesimpulan
Inilah penjelasan mengenai perbedaan lengkap OOH dan DOOH.
Baca Juga: Jasa Penyewaan Videotron Tepercaya Rebound Ads, Konsultasi di Sini!
Dapatkan penawaran harga videotron terbaik dan konsultasi strategi lokasi yang dipersonalisasi khusus untuk bisnis Anda. Hubungi Tim Rebound Ads sekarang dan wujudkan kampanye iklan yang berdampak nyata!