Rebound Ads
Strategi OOH dan Digital Marketing: Strategi Omnichannel yang Terbukti!

Strategi OOH dan Digital Marketing: Strategi Omnichannel yang Terbukti!

22 Apr 2026

OOH adalah kependekan dari Out of Home, metode pemasaran yang memanfaatkan media luar ruang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa dengan mudah menemukan berbagai jenis OOH. Salah satu yang paling populer adalah billboard dan videotron. Kedua jenis OOH ini sering digunakan oleh brand besar untuk membantu meningkatkan performa brand awareness-nya. Masalahnya, tidak sedikit pebisnis, terutama dari kalangan pemula yang beranggapan bahwa OOH sudah ketinggalan zaman.

Sebagian besar pebisnis ini beranggapan bahwa OOH sudah wajib ditinggalkan, dan saatnya beralih ke digital marketing. Apa itu digital marketing? Digital marketing adalah metode pemasaran yang memanfaatkan media digital yang mampu menjangkau audiens lebih luas, lebih tertarget, dan lebih hemat biaya. Lantas, benarkah anggapan bahwa OOH sudah layak ditinggalkan dan saatnya Anda fokus ke digital marketing saja?

Baca Juga: Cara Mengukur Efektivitas Kampanye Iklan Billboard Secara Objektif

Tentu tidak. Kedua metode pemasaran ini pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang perlu Anda lakukan hanyalah fokus pada sisi kelebihan dan menutupi kekurangannya satu sama lain. Cara inilah yang akan menjadikan bisnis Anda lebih mudah dikenal dan mendapatkan level brand awareness tertinggi, yakni Top of Mind. Strategi menggabungkan OOH dan digital marketing sendiri dapat kita sebut sebagai bagian dari omnichannel marketing.

Di dalam artikel ini, admin akan menjelaskan lebih lengkap tentang tips dan trik menerapkan strategi OOH dan digital marketing secara bersamaan. Penasaran? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!

Memaksimalkan Konsep Geotargeting

Tips pertama untuk Anda dapat menerapkan strategi OOH dan digital marketing adalah dengan memaksimalkan konsep geotargeting. Untuk Anda pengguna Meta Ads atau Google Ads, pastinya tidak akan asing lagi dengan fitur geotargeting di dashboard iklannya. Anda bisa dengan mudah menargetkan lokasi tertentu sekaligus melihat data demografi di lokasi tersebut. Hal yang sama juga dapat Anda lakukan dalam konsep OOH.

Hanya saja memang proses mencari datanya tidak semudah fitur di Meta Ads atau Google Ads. Anda harus banyak bertanya dengan penyedia titik sewa billboard dan videotron terbaik di lokasi yang Anda inginkan. Pastikan vendor tersebut memiliki jangkauan area yang luas serta memahami dengan baik behavior masyarakat sekitar. Pemahaman tersebut akan membantu Anda menentukan jenis konten pemasaran yang tepat.

Menggunakan Konsep Content Mirroring

Tips kedua untuk Anda dapat menerapkan strategi OOH dan digital marketing bersamaan adalah dengan menggunakan konsep content mirroring. Misalnya Anda membuat konten iklan digital berbayar yang menampilkan elemen multimedia video lengkap dengan talentnya. Konten tersebut juga dapat diterapkan pada videotron di lokasi strategis.

Khusus untuk videotron, Anda bisa menambahkan sedikit pesan iklan yang dipersonalisasi. Misalnya dengan menambahkan copy ads yang menjelaskan bahwa warga di sekitar videotron akan mendapatkan diskon khusus.

Memaksimalkan Penggunaan QR Code & NFC

Tips berikutnya adalah dengan memaksimalkan penggunaan QR Code dan NFC (Near Field Communication) pada media OOH Anda. Kedua teknologi ini dapat menjadi jembatan yang menghubungkan audiens dari dunia offline ke platform digital secara instan. Misalnya, Anda dapat menambahkan QR Code pada billboard atau videotron yang langsung mengarahkan audiens ke landing page, katalog produk, atau bahkan halaman promo khusus.

Baca Juga: Inilah 6 Lokasi Titik Sewa Billboard Terbaik di Jakarta

Dengan cara ini, Anda tidak hanya meningkatkan interaksi, tetapi juga dapat melacak performa kampanye OOH secara lebih terukur. NFC pun memberikan pengalaman yang lebih seamless, di mana audiens cukup mendekatkan smartphone mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Integrasi ini menjadikan OOH tidak lagi bersifat satu arah, melainkan interaktif dan berbasis data.

Melakukan Data Enrichment

Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan data enrichment. Data yang Anda dapatkan dari berbagai channel, baik OOH maupun digital marketing, sebaiknya tidak dibiarkan terpisah begitu saja. Anda perlu mengolah dan memperkaya data tersebut agar menghasilkan insight yang lebih dalam.

Sebagai contoh, data dari interaksi QR Code pada billboard dapat dikombinasikan dengan data perilaku pengguna di website atau media sosial. Dari sini, Anda bisa memahami pola perilaku audiens secara lebih komprehensif, mulai dari ketertarikan awal hingga keputusan pembelian.

FAQ Seputar Konten

  1. Apa fungsi QR Code dan NFC dalam strategi OOH? Menghubungkan audiens dari media offline ke platform digital secara cepat dan interaktif.
  2. Mengapa data enrichment penting dalam strategi pemasaran? Agar data dari berbagai channel dapat diolah menjadi insight yang lebih akurat untuk meningkatkan efektivitas strategi.
  3. Apa manfaat menggabungkan OOH dan digital marketing? Menciptakan strategi pemasaran yang lebih terintegrasi, terukur, dan mampu meningkatkan peluang konversi.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap mengenai strategi OOH dan digital marketing. Perlu diketahui bahwa tidak ada di antara keduanya yang lebih baik atau unggul sebagai metode pemasaran. Unggul atau tidaknya kedua metode ini tergantung dari kebutuhan bisnis Anda sendiri.

Baca Juga: Berapa Harga Promosi di Videotron Rebound Ads?

Bahkan, banyak brand besar yang masih menggunakan konsep OOH meskipun brand tersebut sudah menerapkan strategi digital marketing secara masif.

Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi khusus untuk kebutuhan bisnis Anda!