Berencana menjajal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah? Pastikan tidak hanya fokus pada produk atau layanan yang ditawarkan. Di tengah persaingan yang semakin ketat ini, strategi pemasaran untuk UMKM juga perlu dirancang secara matang. Sehingga nantinya bisnis dapat berkembang, bertahan, bahkan memenangkan pasar. Mari kita bahas lebih dalam.

Istock
Inilah 5 Strategi Pemasaran untuk UMKM yang Mampu Menunjang Kemajuan Bisnis
Seperti masyarakat ketahui, UMKM atau juga populer sebagai UKM, merupakan jenis usaha yang perorangan maupun badan dengan kriteria khusus. Sesuai Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, penggolongannya berdasarkan pada batasan omzet tahunan, jumlah aset dan skala tenaga kerja.
Misalnya, usaha mikro memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Biasanya dengan kekayaan bersih serta jumlah karyawan yang relatif kecil daripada bisnis besar.
Di Indonesia sendiri, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, jumlah UMKM telah mencapai lebih dari 65 juta unit usaha. Semuanya tersebar di berbagai sektor industri maupun wilayah.
Ini sekaligus berperan vital dalam perekonomian Indonesia, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kendati begitu, jumlah yang besar tersebut juga memicu persaingan ketat. Bahkan tidak jarang kurang sehat. Untuk bisa bersaing, pelaku UMKM dituntut lebih kreatif dan inovatif. Terutama dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif. Berikut ini lima strategi pemasaran untuk UMKM yang dapat membantu menunjang kemajuan bisnis.
1. Kenali Target Pasar Secara Spesifik
Langkah pertama dan paling mendasar dalam menyusun strategi pemasaran adalah memahami siapa target pasarnya. Tentu tidak cukup hanya mengetahui jenis kelamin atau usia. Lebih dari itu, pelaku UMKM juga perlu menggali secara dalam tentang kebiasaan, kebutuhan hingga preferensi konsumen.
Dengan memahami karakteristik target pasar sedetail mungkin, pengusaha dapat menyusun pesan pemasaran yang lebih tepat sasaran. Selain itu juga memudahkan menentukan platform komunikasi maupun menciptakan produk yang benar-benar menjawab kebutuhan pasar.
Sebagai contoh, jika target pasar adalah ibu rumah tangga usia 35–45 tahun, maka metode promosi akan sangat berbeda dari anak muda. Sehingga ini benar-benar harus diatur secara baik supaya semakin terarah.
2. Manfaatkan Media Sosial secara Konsisten
Media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi atau hiburan semata. Melainkan telah menjadi alat pemasaran yang sangat efektif dan hemat biaya, terutama bagi UMKM. Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok dan WhatsApp Business bisa kita gunakan untuk membangun merek, berinteraksi dengan pelanggan, serta mempromosikan produk secara langsung.
Namun, penting memastikan bahwa kehadiran di media sosial harus dilakukan secara konsisten dan profesional. Buat jadwal konten, unggah secara teratur, gunakan visual menarik dan libatkan audiens dalam setiap postingan. Bisa juga memanfaatkan fitur-fitur interaktif seperti story hingga siaran langsung untuk mengundang keterlibatan.
3. Aktif Promosi di Berbagai Event
Salah satu cara paling efektif untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk kepada khalayak adalah ikut serta dalam event promosi. Sebut saja di event bazar, pameran, festival kuliner, hingga pasar kreatif.
Event-event seperti ini biasanya dihadiri oleh masyarakat yang memang datang dengan tujuan ingin membeli atau mengenal produk lokal. Hal tersebut memberikan peluang besar untuk mendapatkan pelanggan baru, menjalin relasi bisnis (networking), serta menerima masukan langsung dari calon konsumen.
Selain itu, keikutsertaan dalam event juga bisa meningkatkan kredibilitas merek. Dengan tampilan booth yang menarik dan pelayanan ramah, bisnis akan lebih mudah masyarakat ingat. Tak jarang, event offline juga menjadi bahan konten yang bisa pengusaha angkat kembali di media sosial, sehingga efek pemasarannya menjadi ganda.
Agar lebih maksimal, siapkan materi promosi seperti brosur, kartu nama, dan penawaran khusus selama event berlangsung. Jangan lupa untuk mendokumentasikan aktivitas tersebut untuk kebutuhan branding jangka panjang.
4. Tingkatkan Pelayanan Pelanggan dan Bangun Loyalitas
Strategi pemasaran untuk UMKM selanjutnya yang sering terabaikan adalah pelayanan pelanggan. Padahal, customer service yang baik bisa menjadi alat promosi gratis melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
Karena itu, upayakan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Mulai dari kecepatan merespons pesan, keramahan dalam berkomunikasi, hingga kejelasan informasi produk. Tak hanya itu, berikan juga program loyalitas seperti diskon untuk pembelian ulang atau hadiah kecil kepada pelanggan setia.
Pelanggan yang merasa dihargai akan lebih mungkin kembali berbelanja dan merekomendasikan bisnis ke orang lain.
5. Kombinasikan Pemasaran Digital dan Manual secara Cerdas
Terakhir, strategi pemasaran yang semakin relevan untuk UMKM saat ini adalah dengan menggabungkan metode digital dan manual. Tidak semua konsumen bisa kita jangkau secara online, begitu pula sebaliknya.
Dalam hal ini, UMKM bisa menggunakan strategi pemasaran digital seperti Google Ads, social media ads, SEO, dan email marketing. Tentunya sambil tetap memanfaatkan pemasaran tradisional seperti brosur, spanduk, atau pemasaran mulut ke mulut.
Salah satu bentuk pemasaran tradisional yang masih sangat efektif adalah Out-of-Home Advertising (OOH). Termasuk lewat billboard, neon box, reklame jalan, hingga LED screen di titik-titik strategis. Iklan luar ruang memiliki daya jangkau yang besar bahkan mampu memperkuat citra merek secara visual.
Jika Anda ingin mulai menggunakan media OOH secara efisien, wujudkan strategi marketing yang efektif dengan Rebound Ads. Platform ini menawarkan solusi iklan luar ruang yang mudah, fleksibel, dan tepat sasaran. Sehingga aman dan ampun dalam membantu menciptakan strategi pemasaran untuk UMKM yang ingin memperluas jangkauan promosi secara signifikan.