Keberhasilan campaign Out of Home (OOH) tidak selalu dapat dilihat dari jumlah penjualan yang terjadi setelah iklan tayang. OOH memiliki peran penting dalam membangun awareness, memperluas jangkauan, dan meningkatkan ingatan audiens terhadap sebuah brand.
Karena itu, brand perlu menggunakan indikator yang lebih luas untuk mengukur campaign OOH. Beberapa metrik seperti reach, impressions, frequency, brand awareness, hingga website traffic dapat membantu memberikan gambaran mengenai performa campaign secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Data Apa Saja yang Harus Anda Baca dalam Proposal OOH?
Lalu, metrik apa saja yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan campaign OOH? Simak penjelasannya berikut ini.
Mengapa Campaign OOH Tidak Hanya Diukur dari Penjualan?
Penjualan biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti harga, kualitas produk, promosi, distribusi, hingga aktivitas marketing lainnya. Karena itu, peningkatan atau penurunan penjualan tidak selalu dapat dikaitkan secara langsung dengan satu campaign OOH.
Media OOH bekerja melalui proses komunikasi yang bertahap. Audiens dapat melihat iklan terlebih dahulu, mengenali brand, mengingat pesan, kemudian mencari informasi lebih lanjut sebelum akhirnya melakukan pembelian.
Oleh sebab itu, KPI perlu disesuaikan dengan tujuan campaign sejak awal.
Metrik untuk Mengukur Campaign OOH
Ada beberapa indikator yang dapat digunakan brand untuk melihat efektivitas campaign OOH. Berikut beberapa di antaranya.
1. Reach dan Impressions
Reach menunjukkan perkiraan jumlah audiens unik yang berpotensi melihat iklan, sedangkan impressions menggambarkan total potensi paparan iklan.
Kedua metrik ini penting untuk campaign yang memiliki tujuan meningkatkan jangkauan dan brand visibility. Semakin luas audiens yang ingin dijangkau, semakin penting memahami data traffic dan karakteristik lokasi media.
2. Frequency
Frequency menunjukkan seberapa sering audiens berpotensi terpapar iklan dalam periode tertentu.
Frekuensi membantu brand memahami apakah campaign memiliki kesempatan untuk membangun pengulangan pesan. Dalam OOH, audiens yang melewati lokasi yang sama secara rutin dapat menerima paparan iklan berkali-kali.
Baca Juga: Mengapa Lokasi Strategis Itu Penting dalam OOH?
3. Brand Awareness dan Brand Recall
Jika tujuan campaign adalah memperkenalkan produk atau memperkuat posisi brand, awareness dan recall dapat menjadi KPI yang relevan.
Pengukurannya dapat dilakukan melalui survei sebelum dan sesudah campaign. Brand dapat melihat apakah tingkat pengenalan, ingatan terhadap nama brand, atau kemampuan audiens mengingat pesan campaign mengalami perubahan.
Dengan begitu, hasil campaign tidak hanya dilihat dari transaksi, tetapi juga dari perubahan persepsi dan ingatan audiens.
4. Website Traffic dan Pencarian Brand
Campaign OOH juga dapat mendorong audiens untuk mencari informasi secara online. Brand dapat membandingkan traffic website, direct traffic, maupun peningkatan pencarian nama brand selama periode campaign.
Kenaikan pencarian brand setelah campaign berlangsung dapat menjadi salah satu indikator bahwa OOH berhasil menciptakan rasa ingin tahu dan mendorong audiens mencari informasi lebih lanjut.
5. QR Code Scan dan Engagement
Untuk campaign yang menggunakan call-to-action, QR code dapat menjadi salah satu cara menghubungkan media OOH dengan aktivitas digital.
Jumlah scan dapat menunjukkan berapa banyak audiens yang melakukan tindakan setelah melihat iklan. Brand juga dapat mengukur landing page visits, formulir yang masuk, penggunaan kode promo, atau aktivitas digital lainnya.
Cara Menentukan KPI Campaign OOH
Tidak semua campaign membutuhkan KPI yang sama. Brand perlu menentukan indikator berdasarkan tujuan utama campaign.
- Brand awareness: fokus pada reach, impressions, awareness, dan recall.
- Brand visibility: fokus pada reach, frequency, impressions, dan lokasi media.
- Engagement: gunakan QR scan, website traffic, atau digital interaction.
- Lead generation: ukur landing page visits, form submissions, dan leads.
- Product launch: kombinasikan awareness, search interest, engagement, dan traffic.
Data tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan periode sebelum campaign, selama campaign, dan setelah campaign untuk melihat perubahan yang terjadi.
Baca Juga: Cara Menentukan Target Audience untuk Iklan OOH
FAQ Seputar Pengukuran Campaign OOH
Apakah campaign OOH harus menghasilkan penjualan agar dianggap berhasil?
Tidak. Penjualan merupakan salah satu indikator, tetapi bukan satu-satunya. Campaign OOH juga dapat bertujuan meningkatkan awareness, reach, recall, engagement, maupun brand visibility.
Apa KPI utama dalam campaign OOH?
KPI bergantung pada tujuan campaign. Reach, impressions, frequency, brand awareness, brand recall, website traffic, QR scan, dan pencarian brand merupakan beberapa indikator yang dapat digunakan.
Bagaimana mengetahui apakah OOH memberikan dampak terhadap brand?
Brand dapat membandingkan data sebelum dan sesudah campaign, melakukan survei awareness atau recall, serta melihat perubahan traffic, pencarian brand, dan engagement selama periode campaign.
Kesimpulan
Mengukur campaign OOH tidak harus selalu berakhir pada angka penjualan. Reach, impressions, frequency, brand awareness, brand recall, website traffic, QR scan, hingga pencarian brand dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak sebuah campaign.
Kunci utamanya adalah menentukan KPI berdasarkan tujuan campaign sejak awal dan menggunakan beberapa indikator secara bersamaan agar evaluasi tidak bergantung pada satu angka saja.
Siap membuat campaign OOH yang lebih terukur? Yuk, rencanakan bersama Rebound Ads

