Billboard merupakan salah satu media Out of Home (OOH) yang dirancang untuk menjangkau banyak orang di ruang publik. Menurut Dash Two, 71% konsumen mengaku sering memperhatikan billboard saat bepergian. Tingkat visibilitas yang tinggi membuat billboard tidak hanya digunakan untuk promosi, tetapi juga menjadi media bagi brand untuk merespons kampanye kompetitor secara terbuka.
Baca Juga: Detail Izin Reklame di Indonesia, Pebisnis Wajib Tahu!
Menariknya, billboard tidak selalu digunakan hanya untuk mempromosikan produk. Sejumlah brand pernah memanfaatkannya untuk merespons kampanye kompetitor melalui pesan iklan yang kreatif.
Simak beberapa contohnya berikut ini.
BMW vs Audi

Persaingan antara BMW dan Audi melahirkan salah satu perang billboard paling terkenal dalam dunia periklanan. Audi lebih dahulu memasang billboard bertuliskan “Your Move, BMW” sebagai tantangan terbuka kepada rivalnya. Tidak lama kemudian, BMW merespons dengan billboard berukuran lebih besar yang menampilkan kata “Checkmate”, mengadopsi tema permainan catur yang telah dimulai Audi.
Aksi saling balas ini menarik perhatian publik karena kedua brand menggunakan media luar ruang untuk berkomunikasi secara langsung. Billboard yang awalnya berfungsi sebagai media promosi berubah menjadi sarana adu kreativitas yang membuat audiens tertarik melihat respons dari kedua brand tersebut.
Pepsi vs Coca-Cola

Pepsi dan Coca-Cola telah lama bersaing untuk memperebutkan posisi sebagai dua merek minuman ringan yang memiliki persaingan panjang di pasar global. Persaingan tersebut juga beberapa kali terlihat melalui kampanye billboard yang saling menanggapi pesan kompetitor.
Baca Juga: Efek Penggunaan Videotron untuk Brand Kecil
Salah satu contoh yang cukup dikenal menunjukkan bagaimana Pepsi merespons billboard Coca-Cola dengan mengubah sebagian kecil teks pada iklan. Meski perubahan yang dilakukan sangat sederhana, pesan yang dihasilkan tetap efektif dan menunjukkan pentingnya kecepatan respons dalam perang iklan antar brand.
McDonald’s vs Burger King

Persaingan antara McDonald’s dan Burger King tidak hanya terjadi di restoran, tetapi juga pada media iklan luar ruang. Dalam salah satu kampanye, Burger King menggunakan billboard untuk menyampaikan sindiran ringan kepada McDonald’s melalui pesan yang sederhana namun mudah dipahami.
Kampanye seperti ini menunjukkan bahwa billboard tidak selalu membutuhkan desain yang rumit. Dengan pesan yang tepat, sebuah iklan dapat menyampaikan perbandingan dengan kompetitor secara jelas sekaligus mengundang perhatian masyarakat yang melihatnya.
Samsung vs Apple

Samsung dan Apple merupakan dua perusahaan teknologi yang memiliki basis pelanggan sangat besar di seluruh dunia. Persaingan keduanya sering meluas ke berbagai media pemasaran, termasuk billboard.
Dalam salah satu kampanye, Samsung memasang billboard yang menonjolkan keunggulan produk terbarunya dibandingkan iPhone 5. Tidak lama setelah itu, Apple memberikan tanggapan menggunakan pendekatan visual yang serupa untuk memberikan sudut pandang berbeda terhadap produk yang mereka promosikan. Kampanye tersebut menunjukkan bagaimana billboard dapat digunakan untuk membandingkan keunggulan produk secara langsung di ruang publik.
Durex vs The Rest

Berbeda dari kebanyakan perang billboard yang melibatkan dua merek, Durex memilih pendekatan yang lebih luas. Brand ini menargetkan seluruh kompetitornya dalam satu kampanye melalui pesan yang singkat dan berani.
Melalui billboard tersebut, Durex menyampaikan pesan yang secara langsung menyasar pengguna produk kompetitor tanpa menyebut merek tertentu. Strategi ini membantu menarik perhatian sekaligus memperkuat karakter brand yang dikenal berani dalam beriklan. .
Brand Anggur

Persaingan billboard juga terjadi pada kategori minuman anggur melalui Total Wine dan Liquor Barn di Louisville. Total Wine lebih dahulu menggunakan strategi conquesting dengan memasang billboard bertuliskan “It’s worth the drive” di dekat lokasi Liquor Barn.
Tidak lama kemudian, Liquor Barn memberikan respons dengan memasang billboard di dekatnya yang bertuliskan “Don’t drive…we deliver!”. Respons tersebut menunjukkan bagaimana brand dapat memanfaatkan billboard untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada kompetitor sekaligus menarik perhatian konsumen.
Amy vs Ally

Salah satu contoh perang billboard yang menarik perhatian terjadi melalui kampanye Ally dan Amy Schumer di Hollywood. Billboard Ally yang terinspirasi dari film A Star is Born dipasang di dekat Chateau Marmont dan berhasil menarik perhatian penggemar film tersebut.

Beberapa minggu kemudian, Netflix memanfaatkan momentum tersebut dengan membuat billboard promosi acara komedi Amy Schumer menggunakan gaya visual yang serupa. Penempatannya setelah billboard Ally membuat hubungan antara kedua kampanye tersebut mudah dikenali oleh audiens.
Housing vs Commonfloor
Persaingan billboard antara Housing dan Commonfloor menjadi salah satu contoh perang iklan di industri properti. Housing lebih dahulu menjalankan kampanye “Look Up Housing” melalui berbagai media, termasuk billboard.
Melihat kampanye tersebut, Commonfloor memanfaatkan momen dengan memasang billboard tepat di atas billboard Housing. Respons tersebut kemudian berkembang menjadi rangkaian saling sindir kreatif yang melibatkan beberapa brand lain di media digital.
Jet Airways vs Kingfisher Airlines
Salah satu perang billboard yang cukup terkenal di industri penerbangan terjadi antara Jet Airways dan Kingfisher Airlines. Saat Jet Airways meluncurkan kampanye dengan pesan “We Have Changed”, Kingfisher membeli ruang billboard tepat di atasnya dan memasang iklan bertuliskan “We Made Them Change!!”.
Baca Juga: Sewa Videotron Medan: Titik Iklan Paling Ramai di Kota Terbesar Sumatra
Strategi tersebut berhasil menarik perhatian karena secara langsung menanggapi pesan kompetitor pada lokasi yang sama. Kampanye ini menjadi contoh bagaimana pemilihan lokasi billboard yang tepat dapat meningkatkan dampak komunikasi sekaligus menciptakan momen pemasaran yang mudah diingat.
FAQ Seputar Konten
- Mengapa perang iklan melalui billboard sering menarik perhatian publik? Karena billboard ditempatkan di lokasi strategis dan dapat dilihat banyak orang. Respons antar brand sering membuat iklan lebih menarik perhatian karena audiens dapat melihat adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan lainnya.
- Apakah perang billboard selalu melibatkan kompetitor langsung? Tidak selalu. Beberapa kampanye dilakukan oleh brand dari industri yang sama, sementara yang lain muncul sebagai respons terhadap isu atau tren yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat.
- Apa yang membuat perang billboard menjadi ikonik? Kecepatan respons, kreativitas pesan, dan penempatan lokasi yang tepat sering menjadi faktor utama yang membuat sebuah perang billboard mudah diingat dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Berbagai perang billboard ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kecepatan respons dapat mengubah iklan luar ruang menjadi kampanye yang mudah diingat publik.
Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi khusus untuk kebutuhan bisnis Anda!

