Tidak sedikit pemilik bisnis yang menghabiskan waktu berjam-jam membuat konten. Lalu menunggu, berharap ada yang berhenti scroll dan memperhatikan. Padahal, ada satu media yang sudah puluhan tahun terbukti bekerja, bahkan ketika internet belum ada, dan sampai hari ini masih sulit diabaikan: billboard.
Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memasang Iklan Billboard?
Billboard bukan sekadar papan besar di pinggir jalan. Ini adalah pernyataan. Ketika sebuah brand memasang billboard di lokasi yang tepat, ada pesan tak tertulis yang langsung terbaca oleh masyarakat, bahwa produk ini nyata, serius, dan layak diperhatikan. Kesan semacam itu sulit dibangun hanya lewat iklan digital yang bisa di-scroll dalam satu detik.
Namun, memasang billboard saja tidak cukup. Tapi eksposur saja tidak cukup. Orang perlu merasa penasaran, perlu percaya, dan pada akhirnya perlu terdorong untuk benar-benar mencoba. Berikut ini yang perlu Anda perhatikan.
Pertimbangkan Lokasi Billboard Dekat dengan Toko Fisik
Ada alasan mengapa toko-toko besar selalu memastikan nama mereka terpampang jelas di sekitar area mereka berdiri. Orang yang sudah tahu keberadaan sebuah toko jauh lebih mudah didorong untuk masuk dibandingkan mereka yang baru mendengar namanya pertama kali.
Logika yang sama berlaku untuk billboard. Ketika seseorang melihat iklan produk Anda di jalan yang setiap hari mereka lewati, lalu menyadari bahwa tokonya ada di dekat situ, jarak antara “tertarik” dan “membeli” menjadi sangat pendek. Tidak perlu repot mencari, tidak perlu berpikir panjang.
Baca Juga: Inilah 6 Lokasi Titik Sewa Billboard Terbaik di Jakarta
Karena itu, pertimbangkan jalur yang memang biasa dilalui target pasar Anda. Apakah itu jalan menuju kawasan perumahan, area perkantoran, atau pusat perbelanjaan terdekat dari toko. Billboard yang tepat lokasi bukan hanya dilihat, tetapi juga menggerakkan.
Pertimbangkan untuk Membuat Sampel Produk
Orang cenderung ragu membeli sesuatu yang belum pernah mereka coba, apalagi produk yang baru pertama kali mereka dengar. Billboard memang bisa membuat mereka penasaran, tapi penasaran saja belum tentu berujung pada pembelian.
Sampel produk hadir untuk menjembatani celah itu. Biarkan produk Anda berbicara sendiri. Sekali seseorang mencobanya dan merasa cocok, keraguan yang tadinya menghalangi mereka akan runtuh dengan sendirinya.
Soal distribusinya, jangan asal sebar. Pilih lokasi yang memang ramai oleh orang-orang yang masuk dalam target pasar Anda, seperti kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, atau acara Car Free Day. Lebih baik lagi jika titik distribusi ditempatkan tidak jauh dari billboard Anda, sehingga ada benang merah antara apa yang mereka lihat di jalan dan apa yang mereka rasakan langsung di tangan mereka.
Jalankan Strategi Produk Gratis dengan Booth di Sekitar Billboard
Jika sampel produk membuat orang mencoba, booth membuat mereka mengingat. Ada perbedaan besar antara menerima sampel dari tangan seseorang di keramaian dan benar-benar berhenti, berbincang, lalu pulang dengan kesan yang lebih dalam tentang sebuah produk.
Tempatkan booth di sekitar billboard Anda. Bukan kebetulan, ini disengaja. Orang yang tadi melihat iklan di jalan, kini bisa langsung berhadapan dengan produknya secara nyata.
Satu hal yang perlu diingat: jalankan strategi ini hanya dalam periode tertentu, misalnya dua hingga empat minggu pertama kampanye. Jangan terlalu lama. Keterbatasan waktu justru mendorong orang untuk tidak menunda, mereka tahu kesempatan ini tidak akan selalu ada. Setelah booth ditutup, billboard Anda tetap berdiri dan terus bekerja.
Kombinasikan dengan Penggunaan Meta Ads dan Google Ads
Pernah memperhatikan sebuah produk di billboard pagi hari, lalu malamnya iklan produk yang sama muncul di feed Instagram Anda? Itu bukan kebetulan. Itulah yang terjadi ketika strategi offline dan online dijalankan bersamaan, dan efeknya jauh lebih kuat dari keduanya berjalan sendiri-sendiri.
Billboard membangun kesan pertama. Meta Ads dan Google Ads memastikan kesan itu tidak berhenti di situ. Dengan Meta Ads, Anda bisa menargetkan orang-orang yang memang tinggal atau beraktivitas di area sekitar billboard. Dengan Google Ads, Anda menjangkau mereka yang sudah mulai aktif mencari produk seperti milik Anda.
Hasilnya, calon konsumen tidak hanya melihat produk Anda sekali lalu lupa. Mereka melihatnya di jalan, melihatnya lagi di ponsel, dan pada titik tertentu mereka memutuskan untuk mencoba.
Kolaborasi dengan Influencer dan KOL
Ada yang lebih dipercaya orang dibanding iklan sebesar apapun, yaitu rekomendasi dari seseorang yang mereka ikuti dan percaya. Itulah mengapa kolaborasi dengan influencer atau KOL masih relevan hingga sekarang, bahkan ketika billboard Anda sudah terpasang di lokasi yang strategis sekalipun.
Tapi jangan terjebak pada angka pengikut. Influencer dengan ratusan ribu followers belum tentu lebih efektif dari micro-influencer yang komunitasnya kecil namun sangat spesifik dan aktif. Yang lebih penting adalah apakah audiensnya memang orang-orang yang berpotensi membeli produk Anda.
Baca Juga: Panduan Memilih Durasi Sewa Billboard yang Tepat!
Minta mereka membuat konten yang terasa seperti obrolan biasa. Ulasan jujur, video mencoba produk, atau sekadar menyisipkannya ke dalam keseharian mereka. Billboard membuat orang tahu produk Anda ada. Influencer membuat orang merasa produk itu layak dicoba.
Perhatikan 5 Elemen Penting untuk Promosi Produk
Ukuran besar tidak otomatis membuat billboard efektif. Banyak iklan yang terpasang di lokasi ramai tapi tidak benar-benar diingat. Karena pesannya terlalu penuh, visualnya membingungkan, atau desainnya tidak mencerminkan karakter brand sama sekali. Sebelum materi iklan Anda naik cetak, periksa dulu kelima elemen ini:
- Teks visual. Tujuh kata atau kurang adalah patokan yang sudah lama terbukti. Pengendara tidak punya waktu lebih dari itu. Gunakan warna yang kontras agar terbaca dari jarak jauh.
- Pencitraan (imagery). Billboard tidak mengenal filter usia. Semua orang bisa melihatnya, jadi pastikan gambar dan teks yang Anda pilih sudah mempertimbangkan sensitivitas sosial dengan matang.
- Daya ingat. Pesan yang mudah diingat belum tentu pesan yang panjang. Humor bisa bekerja, tapi perlu diuji dulu. Apa yang lucu bagi satu orang bisa terasa menyinggung bagi yang lain.
- Keunikan. Tidak semua brand cocok dengan format persegi panjang yang konvensional. Mural, desain tangan, atau bentuk yang tidak biasa kadang justru lebih mencerminkan karakter brand dan lebih mudah diingat.
- Minimalis. Satu pesan yang kuat lebih baik dari sepuluh informasi yang saling berebut perhatian. Buat orang penasaran, bukan bingung.
FAQ Seputar Konten
- Apakah billboard efektif untuk promosi produk baru? Ya. Billboard mampu menjangkau ribuan orang setiap harinya di lokasi strategis. Untuk produk baru, efektivitasnya meningkat signifikan ketika dikombinasikan dengan strategi pendukung seperti sampel produk, booth, atau iklan digital.
- Berapa lama waktu yang ideal untuk memasang billboard saat promosi produk baru? Tidak ada patokan mutlak, tetapi umumnya kampanye awal berlangsung selama empat hingga delapan minggu. Cukup untuk membangun kesadaran, sekaligus memberi ruang bagi strategi pendukung seperti booth atau kolaborasi influencer untuk berjalan beriringan.
- Apakah promosi produk dengan billboard cocok untuk semua jenis bisnis? Cocok untuk sebagian besar bisnis, terutama yang memiliki toko fisik atau target pasar lokal yang jelas. Kuncinya ada pada pemilihan lokasi dan pesan yang relevan dengan audiens di area tersebut.
Kesimpulan
Promosi produk baru dengan billboard akan jauh lebih berdampak ketika dipadukan dengan strategi yang tepat. Mulai dari lokasi, sampel produk, hingga iklan digital.
Hubungi Tim Rebound Ads, Jasa Sewa Billboard dan Videotron Tepercaya sekarang dan dapatkan konsultasi strategi iklan luar ruang yang dipersonalisasi khusus untuk kebutuhan bisnis Anda!
