Menentukan media yang tepat merupakan bagian penting dalam perencanaan campaign. Namun, bagi brand dan perusahaan yang menggunakan Out of Home (OOH) Advertising, pemilihan media saja belum cukup. Waktu terbaik memasang iklan billboard juga perlu disesuaikan dengan tujuan campaign, target audience, serta momentum yang ingin dimanfaatkan.
Billboard dapat digunakan untuk membangun brand awareness, mendukung product launching, memperkuat promosi, maupun meningkatkan visibilitas brand di lokasi tertentu. Agar investasi media lebih optimal, periode tayang sebaiknya direncanakan sejak awal campaign.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memasang billboard? Simak panduan berikut.
Mengapa Timing Penting dalam Campaign Billboard?
Billboard memiliki karakteristik berbeda dengan media digital. Audiens melihat iklan ketika mereka berada di ruang publik, misalnya saat berkendara, berjalan kaki, atau melakukan perjalanan menuju tempat kerja dan pusat aktivitas.
Karena itu, timing iklan billboard perlu mempertimbangkan kapan target audience paling relevan dengan pesan yang disampaikan. Lokasi yang strategis juga perlu dipadukan dengan periode tayang yang tepat agar campaign dapat membangun exposure secara konsisten.
Baca Juga: Cara Menentukan Target Audience untuk Iklan OOH
Kapan Waktu Terbaik Memasang Iklan Billboard?
Tidak ada satu periode yang berlaku untuk semua campaign. Waktu pemasangan perlu disesuaikan dengan objective dan karakter campaign. Berikut beberapa timing yang dapat dipertimbangkan.
1. Sebelum Campaign Dimulai
Pemasangan billboard sebelum campaign utama dapat digunakan untuk membangun awareness lebih awal. Strategi ini cocok untuk brand yang ingin memperkenalkan produk, campaign, atau pesan tertentu sebelum periode utama dimulai.
Misalnya, sebuah brand akan melakukan product launching. Billboard dapat ditayangkan terlebih dahulu dengan pesan yang membangun rasa penasaran sebelum produk resmi diperkenalkan.
Dengan begitu, audiens memiliki kesempatan untuk mengenali brand sebelum campaign mencapai momentum utamanya.
2. Saat Campaign Berlangsung
Untuk campaign promosi, billboard dapat dipasang selama periode penawaran berlangsung. Tujuannya adalah menjaga komunikasi campaign tetap terlihat ketika audiens memiliki kesempatan untuk merespons.
Pesan seperti promo, diskon, launching, atau event sebaiknya dibuat singkat dan mudah dipahami karena audiens hanya memiliki waktu terbatas untuk melihat iklan.
Baca Juga: Strategi OOH Advertising untuk Meningkatkan Penjualan
3. Menjelang Momentum Besar
Momentum seperti Ramadan, Lebaran, Natal, Tahun Baru, musim liburan, atau periode belanja tertentu dapat menjadi peluang bagi brand untuk meningkatkan visibilitas.
Pemasangan billboard dapat dimulai sebelum momentum utama agar brand memiliki waktu membangun awareness. Namun, periode tersebut tetap perlu disesuaikan dengan perilaku dan mobilitas target audience.
4. Saat Product Launching atau Brand Activation
Campaign peluncuran membutuhkan visibilitas yang kuat. Billboard dapat digunakan sejak fase pre-launch hingga periode launching untuk membangun anticipation sekaligus memperkuat komunikasi campaign.
Untuk brand activation atau event, periode pemasangan juga dapat disesuaikan dengan waktu ketika audiens mulai membutuhkan informasi mengenai event tersebut.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Selain tanggal campaign, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan periode tayang.
- Objective campaign: Tentukan apakah fokusnya awareness, launching, promotion, atau brand visibility.
- Target audience: Pahami karakter dan pola mobilitas audiens yang ingin dijangkau.
- Momentum: Sesuaikan campaign dengan event, seasonal moment, atau periode tertentu yang relevan.
- Durasi: Tentukan berapa lama pesan perlu ditampilkan untuk mendapatkan exposure yang memadai.
- Budget: Sesuaikan periode tayang dengan anggaran agar investasi media tetap efisien.
- Lokasi: Pertimbangkan traffic, arah pandang, serta karakter audiens di sekitar titik media.
Dalam perencanaan OOH, lokasi dan data audiens menjadi bagian penting sebelum menentukan media. Data dalam proposal OOH juga dapat membantu melihat karakter lokasi dan pola pergerakan audiens.
Baca Juga: Mengapa Lokasi Strategis Itu Penting dalam OOH?
Bagaimana Menentukan Timing Billboard untuk Brand?
Brand dapat memulai dengan menentukan tanggal utama campaign, kemudian mundur untuk menentukan kapan awareness perlu mulai dibangun.
Contohnya, jika launching berlangsung pada akhir bulan, billboard tidak harus baru tayang pada hari launching. Brand dapat mempertimbangkan periode pre-launch, launching, hingga post-launch sesuai kebutuhan komunikasi.
Pendekatan ini membuat billboard menjadi bagian dari strategi campaign secara keseluruhan, bukan sekadar media tambahan.
FAQ Seputar Waktu Pemasangan Billboard
- Berapa lama sebaiknya memasang billboard?
Durasi bergantung pada objective, budget, lokasi, dan kebutuhan exposure campaign. Tidak semua campaign membutuhkan periode tayang yang sama. - Apakah billboard harus dipasang sebelum campaign?
Tidak selalu. Pemasangan sebelum campaign cocok jika brand ingin membangun awareness terlebih dahulu, sedangkan campaign promosi dapat difokuskan pada periode ketika penawaran berlangsung. - Apakah momentum tertentu memengaruhi efektivitas billboard?
Ya. Momentum dapat memengaruhi mobilitas dan perhatian audiens sehingga perlu dipertimbangkan bersama karakter target audience dan lokasi media.
Kesimpulan
Waktu terbaik memasang iklan billboard ditentukan oleh objective campaign, target audience, momentum, durasi, budget, dan lokasi media. Dengan perencanaan timing yang tepat, billboard dapat membantu brand membangun awareness sekaligus memperkuat komunikasi campaign di ruang publik.
Karena itu, perencanaan media sebaiknya dilakukan sejak awal agar periode tayang dapat disesuaikan dengan kebutuhan campaign dan karakter audiens yang ingin dijangkau.
Punya campaign yang akan datang? Konsultasikan timeline campaign Anda bersama Rebound Ads untuk mendapatkan rekomendasi media, periode tayang, dan lokasi yang sesuai.

