Di era pemasaran yang kian dinamis, strategi untuk membangun keterkenalan brand terus berkembang. Perusahaan berlomba-lomba mencari cara terbaik agar produk atau layanan dikenal oleh masyarakat luas. Salah satu langkah efektif tersebut adalah lewat Above The Line atau ATL.
ATL sering dijadikan opsi awal guna membangun awareness sebelum melangkah ke strategi marketing lainnya yang jauh lebih spesifik. Meski memerlukan anggaran relatif besar, namun dampaknya digadang-gadang memberikan keuntungan jangka panjang terhadap merek itu sendiri.

Istock
Mengenal Apa Itu Strategi Pemasaran Above The Line
Bagi yang belum tahu, ATL sejatinya merupakan trik pemasaran yang fokus pada peningkatan keterkenalan merek melalui media massa. Dari sini, tujuan utamanya tampak sangat jelas yakni menciptakan brand awareness di kalangan masyarakat umum.
Bukan semata-mata menjual produk secara langsung. Dalam ATL, pesan pemasaran tersebar luas ke khalayak tanpa segmentasi yang spesifik. Sehingga sangat ideal untuk perusahaan-perusahaan yang ingin menjangkau pasar dalam skala besar.
Perbedaan dengan BTL dan TTL
Agar strategi yang pebisnis pilih semakin optimal, tentu perlu juga memahami perbedaan antara ATL, BTL dan TTL. Meskipun sama-sama bertujuan untuk meningkatkan performa pemasaran, ketiganya memiliki beberapa perbedaan.
Above The Line seperti yang tertera sebelumnya, fokus pada komunikasi berskala besar tanpa target yang spesifik. Lebih cocok untuk brand yang ingin meningkatkan keterkenalannya di masyarakat luas seperti skala nasional bahkan internasional.
Sementara itu, BTL adalah strategi pemasaran yang lebih langsung dan tersegmentasi. Tujuannya tentu untuk mendorong tindakan atau konversi dari konsumen. Misalnya pembelian maupun interaksi saat itu juga. Contohnya promosi sales di toko hingga sampling produk ke area publik.
Lalu ada TTL yang merupakan kombinasi dari ATL dan BTL. TTL biasanya menggabungkan kampanye besar berskala luas dengan langkah personal dan terukur. Sebagai contoh, perusahaan menjalankan iklan TV. Namun juga melibatkan pemasaran lewat sales yang terjun langsung ke lapangan.
Memahami perbedaan ketiganya akan semakin membantu perusahaan memilih strategi paling tepat. Sesuai tujuan kampanye, segmentasi pasar dan anggaran yang tersedia di perusahaan tersebut.
Contoh ATL serta Implementasinya
Implementasi Above The Line bisa kita temukan dalam banyak bentuk. Salah satu contoh paling umum adalah iklan televisi nasional yang menayangkan promosi produk atau layanan dengan durasi dan frekuensi tinggi. Misalnya, perusahaan minuman ringan menayangkan iklan selama musim liburan dengan pesan emosional untuk menarik perhatian seluruh keluarga Indonesia.
Selain TV, billboard turut menjadi bentuk ATL yang tak kalah efektif. Biasanya sebuah brand otomotif akan memasang iklan besar di sepanjang tol utama. Tujuannya tentu untuk memperkuat citra mewah dari setiap produknya.
Iklan radio juga sering perusahaan gunakan, terutama di kota-kota besar, guna menjangkau pendengar dalam perjalanan harian mereka. Bahkan, perusahaan teknologi, ritel, makanan dan hingga perbankan, banyak menggunakan ATL.
Termasuk dalam bentuk iklan majalah, sponsorship di event-event besar, hingga kampanye iklan bioskop. Implementasi ATL biasanya perlu dikombinasikan dengan riset lokasi dan waktu penayangan. Sehingga nantinya pesan yang tersampaikan benar-benar menjangkau ke sebanyak mungkin audiens secara efektif.
Keunggulan ATL
Banyak brand mempertimbangkan strategi ATL karena memiliki beragam keuntungan. Hal yang mungkin tidak bisa kita peroleh lewat strategi lainnya. Adapun sejumlah keunggulan tersebut meliputi.
1. Jangkauan Lebih Luas
Seperti telah tertera di atas, Above The Line mampu memungkinkan perusahaan untuk menjangkau jutaan orang dalam satu waktu. Media seperti televisi, radio dan billboard dapat menyebarkan pesan berskala nasional bahkan internasional.
2. Membangun Brand Awareness Secara Efektif
Karena tersampaikan secara masif dan terus-menerus, pesan iklan ATL akan membantu membentuk sekaligus memperkuat kesan sebuah brand di benak masyarakat. Ini sangat penting guna membangun kepercayaan bahkan familiaritas.
3. Cocok untuk Peluncuran Produk Baru
Ketika sebuah brand ingin memperkenalkan produk baru secara cepat ke publik, ATL adalah opsi terbaik. Di mana informasi tentang produk yang sebelumnya belum ada, kini bisa sampai ke berbagai segmen pasar secara bersamaan.
4. Daya Ingat Tinggi
Biasanya pesan visual dan audio yang menarik dari iklan TV atau billboard bisa meninggalkan kesan kuat. Hal yang pada akhirnya memudahkan konsumen mengingat suatu merek, terutama saat mereka siap melakukan pembelian.
5. Meningkatkan Citra Perusahaan
Terakhir, media Above The Line umumnya dianggap lebih kredibel dan profesional. Brand yang tampil di TV atau billboard besar cenderung masyarakat asosiasikan dengan reputasi baik. Ini secara tidak langsung akan mengangkat nama perusahaan dari brand tersebut.
Secara keseluruhan, peran dan potensi keuntungan ATL memang tak bisa kita abaikan. Bagi yang tertarik mengadopsi strategi keren ini bisa memulainya lewat OOH (Out-of-Home advertising). Sebut saja dengan billboard, videotron dan iklan di transportasi umum. OOH sendiri merupakan bagian dari ATL karena menyasar audiens secara massal di ruang publik, tanpa interaksi langsung.
Sebelum itu, pastikan memilih lokasi strategis dan sesuai dengan target guna memaksimalkan strategi Above The Line lewat OOH. Cari tahu lebih lanjut lokasi OOH yang strategis di setiap kota untuk support visibilitas brand-mu melalui Rebound ADS.
