Elemen marketing atau pemasaran seringkali dikenal dengan sebutan marketing mix. Elemen pemasaran merupakan gabungan dari berbagai strategi pemasaran yang bertujuan untuk mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produk maupun jasa kepada masyarakat luas sebagai calon pelanggan.
Menggabungkan strategi-strategi pemasaran menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku usaha atau bisnis. Sebab, tidak hanya sekedar mengkombinasikan beberapa strategi marketing saja, tetapi juga berinovasi.
Bisnis yang dapat mengikuti tren, berpeluang besar untuk terus berkembang. Begitu pula sebaliknya, bisnis yang tidak bisa mengikuti perubahan, akan tertinggal dan kemudian mengalami kebangkrutan.

pexels.com
Mengenal Elemen Marketing
Elemen pemasaran dikelompokkan menjadi tiga kategori. Pertama, strategi yang terdiri dari segmentasi, targeting, dan positioning.
Kedua, taktik yang terdiri atas diferensiasi, marketing mix, dan penjualan. Ketiga, value yang menargetkan merek, pelayanan, dan proses. Untuk lebih detailnya, berikut penjelasan selengkapnya.
1. Segmentation
Segmentation merupakan salah satu elemen marketing yang bertujuan untuk menentukan segmen pasar. Terdapat empat indikator yang harus dipenuhi, yakni ukuran pasar, pertumbuhan pasar di masa depan, kemampuan pelaku bisnis untuk memenuhi permintaan segmen pasar, hingga tingkat persaingan.
Contoh segmentation, yakni bisnis makanan yang menawarkan menu makanan sehat dan praktis untuk para pekerja kantoran. Meskipun disibukkan dengan banyak pekerjaan, pekerja kantoran bisa memesan makanan melalui media sosial.
2. Targeting
Targeting merupakan strategi marketing yang bertujuan untuk membantu bisnis menemukan dan menentukan target pasar secara tepat melalui berbagai indikator. Memahami perilaku calon pelanggan dapat mempermudah bisnis menciptakan suatu produk atau jasa yang relevan.
Targeting dibagi menjadi tiga, yakni atribut statis yang meliputi demografi dan geografi, atribut dinamis yang mencakup psikografi, serta personalisasi individu. Contoh targeting, yakni produk obat batuk untuk anak-anak di bawah 12 tahun, produk skincare untuk perawatan kulit wanita, hingga jasa e-learning untuk instansi pendidikan.
3. Positioning
Positioning merupakan elemen pemasaran untuk menempatkan brand atau produk di pasar. Pelaku bisnis harus memastikan produk atau layanan yang ditawarkan kepada pelanggan memiliki nilai lebih, sehingga berbeda dengan kompetitor.
Selain pelanggan, semua karyawan bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terkait produk atau jasa tersebut. Pelaku bisnis juga harus memiliki strategi komunikasi yang efektif untuk menyampaikan keunggulan produk ke kalangan pelanggan.
Contoh positioning dalam pemasaran, yakni Indomie sebagai ikon mie instan di kalangan masyarakat Indonesia. Gojek sebagai layanan ojek online yang membantu mobilitas sehari-hari.
4. Differentiation
Berbicara mengenai elemen marketing, istilah differentiation menjadi salah satunya. Differentiation merupakan strategi yang digunakan oleh pelaku bisnis untuk memperkuat keunikan suatu produk atau layanan, sehingga dapat bersaing dengan kompetitor.
Differentiation mencakup tiga cara pendekatan kepada calon pelanggan. Pertama, produk dan kualitas yang ditawarkan.
Kedua, cara konsumen untuk mendapatkan produk tersebut. Ketiga, faktor pendukung untuk mewujudkan tujuan differentiation. Contoh differentiation, yakni Le Minerale sebagai produk air minum kemasan satu-satunya yang mencantumkan kandungan mineral pada labelnya.
5. Marketing Mix
Marketing mix adalah strategi yang menggabungkan dua aspek pemasaran, yakni offer dan access. Offer artinya, produk atau layanan memiliki harga yang terjangkau, sehingga semua kalangan konsumen dapat menggunakannya.
Sedangkan access, produk atau layanan bisa didapatkan dengan cara yang mudah. Sebagai contoh, produk kopi rasa lokal yang dijual dengan harga murah dan dapat dipesan melalui official store.
6. Selling
Selling adalah elemen marketing yang sangat penting karena berkaitan dengan proses penjualan produk atau penawaran jasa kepada konsumen. Contoh selling pada marketing yang umum dilakukan, yakni menjual produk atau jasa melalui konten artikel soft selling dan hard selling. Konten artikel tersebut diposting ke dalam web bisnis yang mengandalkan SEO dan SEM Google.
7. Brand
Brand merupakan identitas merek bisnis yang meliputi nama, slogan, logo, karakter, dan kemasan. Contoh brand yang bisa dijadikan inspirasi, yakni bisnis makanan cepat saji McDonald’s yang sering disingkat “McD”. Kemudian, Tesla sebagai perusahaan mobil listrik besutan Elon Musk yang memiliki logo “T”.
8. Services
Services merupakan strategi untuk menjual produk atau menawarkan jasa kepada pelanggan melalui layanan dan dukungan. Layanan dan dukungan diberikan dengan tiga tahapan, yakni sebelum transaksi dilakukan, saat pembelian berlangsung, dan setelah pembelian selesai.
Sebagai contoh, sebelum konsumen membeli produk, akan mendapatkan penjelasan terkait manfaat, cara penggunaan, dan informasi produk lainnya. Selama proses pembelian, konsumen mendapatkan metode transaksi yang aman dan transparan. Setelah membeli, konsumen bisa menggunakan layanan keluhan jika tidak cocok dengan produknya.
9. Process
Process adalah strategi yang digunakan oleh bisnis untuk memanajemen kegiatan pemasaran. Kegiatan pemasaran meliputi perencanaan, distribusi, hingga layanan.
Contohnya seperti yang dilakukan oleh Apple. Apple memproduksi komponen produknya di lokasi berbeda dengan tujuan untuk menjaga kualitas.
Tidak mudah menerapkan semua elemen pemasaran untuk mengembangkan suatu bisnis. Namun, bukan hal mustahil untuk diwujudkan asalkan memiliki perencanaan dan kontrol bisnis yang baik.
Saat ini, telah hadir Rebound Ads sebagai perusahaan media pengiklanan untuk membantu pelaku bisnis menerapkan sembilan elemen marketing. Tampilkan ide dan iklan kreatifmu untuk meningkatkan visibilitas brand bersama Rebound Ads.