Saat menjalankan bisnis, tentu berupaya sebaik mungkin untuk meningkatkan angka penjualan. Berkaitan dengan hal itu, sebenarnya pebisnis bisa memanfaatkan marketing funnel. Namun sebelum menggunakannya, tentu perlu mengenal lebih dekat istilah apa itu.

freepik.com
Maka dari itu, jangan lewatkan pembahasan di bawah ini. Hal ini karena kita akan kupas tuntas seputar pengertian, tahapan, contoh dan berbagai informasi menarik lainnya tentangnya.
Pengertian Marketing Funnel
Hal pertama, kita akan membahas mengenai pengertiannya. Marketing funnel itu sendiri ialah gambaran perjalanan konsumen ketika baru pertama kali tahu tentang brand sampai berujung pembelian.
Karena hal itu, bisa kita bilang bahwa marketing funnel jadi bentuk lain customer journey. Istilah ini berperan penting dalam mengorganisasi sekaligus mengelola interaksi dengan calon pelanggan di tiap tahapan.
Tahapan Marketing Funnel
Dari definisi, kini kita beralih ke tahapannya. Berikut ulasan selengkapnya.
Awareness
Tahapan pertama yakni awareness. Tahapan ini berkaitan erat dengan peningkatan kesadaran terhadap brand. Adapun tujuannya ialah supaya konsumen tetap mengingat brand dan menjadikannya sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhannya.
Consideration
Di tahapan kedua ini, konsumen sudah mulai mempertimbangkan brand jadi opsi. Oleh karena itu, informasi di brand harus menarik dan tepat sehingga konsumen bisa yakin bahwa produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
Conversion
Tahapan ini memiliki tujuan untuk membuat brand lebih menonjol daripada kompetitor. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan di mata konsumen.
Purchase
Selanjutnya tahap membeli. Di sini konsumen yakin bahwa produknya bisa memenuhi kebutuhannya sehingga bersedia membeli. Bahkan bisa jadi pelanggan.
Loyalty
Di tahapan loyalty, konsumen bisa mendapatkan pengalaman after sales positif. Pelanggan pun bisa jadi brand advocacy. Hal ini berarti pelanggan tak ragu untuk mempromosikan brand ke orang lain secara cuma-cuma. Bahkan tanpa diminta untuk melakukannya.
Alasan Kenapa Marketing Funnel Penting
Marketing funnel sangat penting dalam meningkatkan penjualan. Berbicara soal hal itu, ada banyak alasan yang mendasarinya. Langsung saja, berikut beberapa alasannya.
Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Salah satu alasannya yakni rupanya bisa mempengaruhi pengambilan keputusan. Hal ini tak lain lewat informasi dan konten yang tersaji.
Membangun Awareness
Ternyata pemanfaatannya juga bisa membangun awareness tentang brand. Hal ini sangat penting saat calon konsumen baru pertama kali mengenal brandnya.
Mengoptimalkan Strategi Marketing
Tak banyak yang menyadari bahwa marketing funnel juga bisa memaksimalkan strategi pemasaran sebelumnya. Karena hal itu, marketing jadi lebih efektif dan hasilnya memuaskan.
Pertimbangan Penggunaan Budget
Alasan lainnya ialah ternyata juga bisa jadi pertimbangan saat ingin menggunakan budget untuk keperluan pemasaran. Dengan begitu, pemasaran bisa berjalan lancar tanpa boros anggaran.
Meningkatkan Konversi
Tak banyak yang menyadari bahwa rupanya marketing funnel juga bisa meningkatkan konversi. Hal ini lantaran bisa membuat efektivitas strategi marketing jadi lebih baik dari hari ke hari.
Pada akhirnya, hal ini memicu peningkatan penjualan. Ketika angka penjualan meningkat, omset usaha juga melonjak naik. Hal ini jelas menguntungkan setiap pebisnis sehingga jangan memandangnya sebelah mata.
Membangun Loyalitas
Apabila mampu memanfaatkannya sebaik mungkin, maka sama saja telah berupaya untuk membangun loyalitas. Bukan berarti hubungan dengan pelanggan terputus setelah melakukan pembelian.
Justru hubungan tersebut perlu dipupuk sebaik mungkin. Hal ini memungkinkan pebisnis bisa berinteraksi terus bersama pelanggan. Pelanggan pun berpeluang untuk jadi pelanggan setia yang melakukan pembelian berulang.
Contoh Strategi Berdasarkan Marketing Funnel
Supaya mengenal istilah ini secara lebih mendalam, pahami juga berbagai contohnya. Adapun beberapa diantaranya yakni sebagai berikut.
Adobe
Salah satu contohnya ialah Adobe. Dengan beragam format konten, Adobe bisa membimbing penggunanya dari tahap pengenalan sampai pembelian.
Pada akhirnya, trial user bisa berubah jadi pelanggan berbayar. Meski begitu, pembelian tersebut tak bersifat memaksa. Dalam artian, pengguna memang membutuhkannya untuk memenuhi kebutuhannya.
HubSpot
Contoh lainnya yakni HubSpot. Dalam hal ini, HubSpot bisa menarik pengunjung dengan menyediakan blog.
Di dalamnya sudah berisikan konten menarik dan mengedukasi. Setelah itu, HubSpot menggunakan tawaran seperti halnya e-book gratis sehingga pengunjung jadi leads.
Tak hanya itu, HubSpot juga kerap menyediakan webinar. Hal inilah yang membuatnya semakin banjir pengunjung.
Canva
Cukup mengejutkan memang bahwa Canva jadi salah satu contohnya. Hal ini karena Canva menyediakan tool desain dan template menarik.
Tawaran Canva tersebut berhasil curi perhatian pengguna sehingga tak ragu mendaftar. Seiring berjalannya waktu, Canva menawarkan fitur premium. Dengan begitu, pengguna bisa jadi pelanggan berbayar.
Terlihat jelas bahwa marketing funnel memang penting. Pebisnis jangan sampai mengabaikannya demi meningkatkan angka penjualan.
Supaya tingkat penjualan bisa semakin baik, marketing funnel perlu disertai dengan pemasangan iklan OOH yang baik. Untuk itu, cari tahu lebih lanjut lokasi OOH yang strategis di setiap kota untuk dukung visibilitas brand bersama Rebound Ads sekarang juga.